Ketua PAC PDIP Ini Jagokan JRK Dampingi JWS di Pilbub 2018

( Foto cover : Jantje Wowiling Sajow didampingi DR Olga Sajow Singkoh, bersama Jefry Robby Korengkeng dan Stevi Korengkeng Warouw)

Sulutpos.com, Tondano – Teka-teki siapa yang akan mendampingi Janjte Wowiling Sajow (JWS) di Pemilihan kepada daerah (Pilkada) Tahun 2018 di Kabupaten Minahasa, masih panas di perbincangkan. Pasalnya, JWS yang tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pusat, belum juga memastikan siapa yang akan mendamping petahana tersebut.

Dari sejumlah nama bakal calon (Balon) yang suda santer terdengar dan diperbincangkan di kalangan masyarakat dan pengurus Internal PDIP Minahasa, nama Jeffry Robby Korengkeng (JRK) kini menuai pujian, bahkan pantas mendampingi JWS di pilkada mendatang.

Seperti halnya yang di katakan oleh Wakil ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Sulut Steven Kandouw yang juga Wakil Gubernur pada waktu lalu bahwa , sosok JRK pantas mendampingi JWS di Pilkada 2018 mendatang.
“Sosok JRK pantas mendampingi JWS di pilkada 2018 mendatang. Beliau birokrat handal bahkan satu diantara 50 birokrat terbaik di Sulut, ungkap Kandouw pada kegiatan pertanian di Ranowangko, Kombi pada waktu lalu.

Sementara Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Tondano Timur, Marchel Wolayan, S.Pd mengakui bahwa nama JRK kini mencuat di kalangan Masyarakat. Menurut Wolayan, nama JRK memang pantas jika mendampingi JWS di pilkada mendatang.

” Memang sosok JRK kini mulai ramai di perbincangkan di kalangan masyarakat maupun internal partai. Contohnya nama JRK muncul ketika pada saat rakor PDIP pada waktu lalu dengan agenda pengusulan nama-nama bakal calon,” ungkap Wolayan yang di ikuti beberapa ketua-ketua PAC lainnya.

Lanjut Wolayan, untuk proses selanjutnya, dirinya menyerahkan kepada pengurus DPD dan DPP. “Sebagai kader, tentunya apa yang menjadi keputusan pengurus DPD, maupun DPP kita tinggal mengikutinya. Dan tuntunya harus berdasarkan mekanisme partai dan melalui hasil surfei,” pungkasnya.

Diketahui pria kelahiran Kakas, Minahasa 1961 ini, menyandang Sarjana S1 Hukum Tata Negara pada Tahun 1986, kemudian melanjutkan study S2 Pasca Sarjana di Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat) dengan mengambil jurusan Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan dan Lulus pada Tahun 2007.

Selain menjadi Birokrat handal yang berkualitas dan mumpuni, Korengkeng dikenal sebagai sosok yang berintegritas tinggi. Dirinya (JRK) merupakan sala satu rising star dan selalu menjadi andalan oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah pada generasi ke generasi.

Diketahui juga Korengkeng menempati jabatan penting dan strategis di pemerintahan. Karir birokrat beliau mulai menjabat kepala bagian administrasi kepegawaian pada dinas pendapatan daerah pada tingkat l Sulut, kemudian menjabat kepala sub bagian personalia kepegawaian pada Dipenda Provinsi Sulut dan kedua jabatan itu dijabat Tahun 1991.

Pada Tahun 1993, Korengkeng di beri tanggung jawab sebagai kepala bagian (Kabag) Dokumentasi Hukum pada Biro Hukum dan Ham Pemprov Sulut, kemudian menjabat Kabag bagian Hukum pada Instansi yang sama pada Tahun 1998.

Lompatan besar karirnya sebagai birokrat terjadi pada Tahun 2005 ketika di beri kepercayaan yang sangat strategis, yakni sebagai penjabat Walikota Tomohon. Kepercayaan besar itu di jawabnya dengan kinerja yang membanggakan.

Sebelumnya pada Tahun 2001, dirinya menduduki jabatan Karo Hukum dan Ham di Setda Provinsi Sulut.
Lepas dari Tomohon, karir Korengkeng kian melejit. Jabatan yang bergengsi ketika dirinya menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut yang menjabat pada Tahun 2006 sampai 2009. Pada Tahun 2010, Korengkeng menjabat dua jabatan sekaligus di lingkup Pemprov, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Inspektur Pemprov Sulut.

Kemudian Korengkeng di utus untuk membangun daerahnya untum menata birokrasi di Pemkab Minahasa. Terlebih dahulu dirinya di angkat menjabat Pelaksana Tugas (Plt) sebagai Sekretaris Daerah (Sekkab) Minahasa, dan kemudian di angkat menjadi Sekab Definitif membantu tugas Bupati Drs.Jantje Wowiling Sajow, M.Si dan Wabub Ivan Sarundajang.

Sebelumnya Korengkeng telah mengikuti berbagai pelatihan serta diklat. Dua diantaranya di luar negeri yaitu Human Right, Democrazy di Amerika Selatan kemudian Benchmaking Pengelolaan SDM sektor Publik di Malasya dan Thailand.

Bukan cuma itu yang di raih oleh lulusan SMA Negeri 2 Manado ini, ia meraih dua penghargaan Presiden RI yakni Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2007 serta Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada 2009.

Meski suda di puncak karirnya, Korengkeng masih seperti dulu. Gemar bergaul, suka menyapa siapa saja serta ramah. Tak heran di Pemprov Sulut, Korengkeng masuk kategori pejabat faforit di mata PNS. Sifat Korengkeng tidak bisa jauh-jauh dari mootonya “Si Tou Timou Tumou Tou”.( Ody)

(Visited 134 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *