Warga Tumaratas Marah Pinus di Hutan Soputan Disadap

(Foto cover : Penyadapan getah pinus di areal hutan lindung Gunung Soputan)

Sulutpos.com, Langowan – Sejumlah kalangan masyarakat Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat, mengecam proyek penyadapan getah pinus di areal hutan lindung Gunung Soputan. Pasalnya, proyek yang dilaksanakan Kelompok Tani (Koptan) Rin Pamu Desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat itu sudah melenceng hingga ke hutan lindung Gunung Soputan di wilayah Tumaratas.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Tumaratas, Hans Verry Wonte, proyek penyadapan getah pinus di wilayah hutan Desa Tombasian Atas dengan luas areal sekitar 240 hektar, sebagaimana tertulis dalam ‘papan proyek’ yang ditemukan warga di wilayah hutan Tumaratas, tidak mereka permasalahkan. “Yang jadi masalah karena mereka sudah masuk sampai ke wilayah Hutan Lindung Soputan di Tumaratas. Artinya, mereka sudah melanggar izin yang diberikan, seperti yang tercantum dalam papan proyek. Ini harus segera dihentikan,” tegas mantan Kepsek SMA Kristen Schwarz Langowan kepada harian ini, Rabu (09/08) kemarin, di kediamannya di Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat.

Didampingi sejumlah warga lainnya seperti Wandy Oroh, Benix Mewengkang dan Audy Husein, Wonte mengatakan bahwa ketika proyek tersebut sudah menyentuh ribuan pohon pinus yang ada di atas 300 hektar hutan lindung wilayah Tumaratas Langowan, maka ini sudah menjadi persoalan masyarakat Tumaratas bahkan masalah terganggunya ekosistem lingkungan hidup. Sebab penyadapan getah pinus bisa mengakibatkan dampak pada matinya pohon pinus tersebut di kemudian hari. “Bila itu terjadi, maka sumber air warga Tumaratas dan sekitarnya akan terganggu. Bukan hanya itu, Lood Sendow di Paslaten juga bisa kering karena pasokan airnya dari hutan Kelelondey dan Soputan. Air di Danau Tondano juga akan terganggu karena hulunya sebagian besar berasal dari hutan ini,” pungkas Wonte sembari diiyakan warga Tumaratas lainnya.

Untuk itu mereka meminta pihak terkait termasuk pemerintah, segera turun tangan menyikapi persoalan ini. “Sekali lagi, kami tidak mempersoalkan proyek penyadapan getah pinus di wilayah Tombasian Atas. Yang kami permasalahkan adalah proyek itu sudah masuk ratusan hektar ke wilayah Langowan di Tumaratas. Jadi harus segera dihentikan. Karena kami masyarakat juga akan mengambil sikap untuk mencegah agar penyadapan getah pinus di wilayah Tumaratas ini tidak berlanjut,” imbuhnya.(Ody)

(Visited 496 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *