Hari Tani Nasional 2017 Momentum Kebangkitan Petani Muda

Foto: Henry Roy Somba,ST (koleksi Pribadi).

Oleh: Henry Roy Somba,ST


Indonesia dijajah oleh bangsa asing bukan karena emas melainkan rempah-rempah. Ini membuktikan betapa pentingnya pangan bagi suatu negara untuk menghidupi masyarakatnya. Negara-negara non agraris sampai hari ini tetap melirik Indonesia untuk bisa bekerjasama di sektor pertanian ini membuktikan potensi pertanian kita masih tetap menjadi primadona.

Indonesia pernah berjaya sebagai negara penghasil rempah-rempah terbesar dan terbaik di dunia dan itu merupakan sebuah kebanggaan dan kedaulatan yang harus kita raih dan kembalikan statusnya bagi bangsa kita.

Menjadi kendala saat ini menurunnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian karena ada stigma yang terbangun bahwa status petani itu miskin, kotor, dan tidak bergengsi. Anak-anak bersekolah karena orang tua tidak ingin keturunannya hanya menjadi petani. Ini stigma lama yang buruk yang belum terbantahkan.

Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa petani harus di Korporasi. Manajemen petani harus berorientasi bisnis sehingga mendorong bangkitnya pengusaha-pengusaha muda di sektor pertanian. Pemkot Bitung melalui dinas pertanian harus memiliki program jitu untuk merangsang generasi muda untuk Melirik sektor pertanian agar regenerasi petani tidak putus dan mampu membuka sebesar-besarnya lapangan pekerjaan di sektor ini.

Peluang bitung masih sangat besar sebab lahan pertanian di bitung itu luas. Pemkot jangan hanya berfokus pada sektor kelautan saja sebab siapapun itu baik kaya atau miskin, direktur atau buruh, pejabat atau rakyat jelata, semua membutuhkan pangan.

Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2017 harus menjadi momentum kebangkitan pertanian Bitung untuk memberi perhatian lebih besar lagi mengembangkan sektor strategis ini apalagi sektor kelautan sifatnya padat modal sehingga pemain lokal sulit berkompetisi dan dikuasai investor luar. Sementara pertanian memberi peluang bagi masyarakat lokal untuk menjadi “pemain utama”.

Alokasi dana untuk dinas pertanian harus ditingkatkan pada APBD 2018, agar sektor pertanian bisa bergairah dan mampu memberi alternatif pekerjaan bagi masyarakat apalagi yang berdomisili di sentra-sentra kawasan pertanian.

Penulis adalah Praktisi Pertanian Bitung

(Visited 165 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *