Dipanggil Tak Menjawab, Wanita Kamanga Kecamatan Tompaso Ditemukan Tergantung di Pintu Kamar

( Foto cover : Korban Gantung diri saat dievakuasi polsek Tompaso di rumah keluarga Roringpandey – Gerungan) 

Sulutpos.com, Tompaso – Syane Tumbel (62) Warga Desa Kamanga Kecamatan Tompaso terguyur kaku dengan keadaan tergantung saat ditemukan anak mantunya Monalisa Gerungan (28) pada Kamis (05/10) pagi tadi diruang kamar rumah di Keluarga Roringpandey – Gerungan.

Kejadian yang berawal kecurigaan Monalisa yang kala itu memanggil ibu mertuanya yang masih berada di kamar tidur namun tidak ada jawaban membuat naluri anak ini ingin mengetahui keberadaan ibunya.

“Saya panggil berapa kali tapi tidak menjawab, biasanya ada jawaban tapi ini tidak,” ujar Monalisa.

” Karena penasaran lantaran tidak ada jawaban , akhirnya saya memutuskan untuk ke kamar ibu mertua tersebut yang berada di bagian belakang rumah,” terangya

Ia berusaha membuka pintu kamar ibu mertuanya tersebut, dan alangkah terkejutnya dia ketika mendapati tubuh ibu mertuanya tersebut tergantung di pintu kamar, dengan kain pintu kamar terlilit di lehernya.

Lantaran terkejut bercampur sedih, Monalisa lari ke luar rumah dan meminta bantuan. Rio Mewengkang yang kebetulan berada di jalan yang mendengar hal tersebut langsung lari ke dalam rumah dan mengecek langsung korban yang tergantung.

Menurut Monalisa dan beberapa saksi lainnya, saat ditemukan korban sudah tak bernyawa.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Pemerintah desa dan Polsek Tompaso, serta Puskesmas.

Setelah memperoleh laporan, Kapolsek Tompaso dan anggota langsung turun ke TKP, dan memanggil petugas Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dr Reki Laluyan dari Puskesmas Tompaso tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Menurut keluarga, bahwa korban sudah tinggal selama 3 minggu di rumah anaknya Desa Kamanga, sementara waktu untuk membantu anak mantunya yang baru selesai melahirkan. Di rumah tersebut tinggal tiga orang, yaitu korban, anak mantunya dan cucunya yang masih 1 bulan.

“Selama ini korban selalu mengeluh sakit yang dideritanya dan juga terbelit masalah keuangan, itu menurut keluarga,” jelas Iptu Tomi Oroh Kapolsek Tompaso.

Ia menjelaskan, keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan jenasah korban rencananya akan dibawa ke Bolmong untuk dimakamkan.

“Sementara diduga korban meninggal dunia murni akibat bunuh diri, sebab tidak ditemukan tanda kekerasan, kami juga sudah ke TKP, dan sudah meminta keterangan dari anak mantu korban serta beberapa saksi lainnya,” jelasnya.

(Visited 4.904 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *