Steven Suluh: Penerima PKH Kota Bitung Berjumlah 2728 Keluarga

Foto: Kepala Dinas Sosial Kota Bitung, Steven V Suluh SSTP MSi.


 SulutPos.com, Bitung – Rabu (18/10/2017), melalui Kepala Dinas Sosial Kota Bitung Steven V Suluh SSTP MSi, mengatakan bahwa penerima Program Keluarga Harapan Kota Bitung untuk tahun 2017 sebanyak 2728 keluarga dan tiap keluarga menerima sebanyak Rp. 500.000 per keluarga.

Suluh mengatakan bahwa kemarin Dinasnya sudah menyerahkan untuk tahap pertama, kedua, sampai tahap ketiga. Tiap kepala keluarga itu menerima Rp. 1.500.000 per Triwulan. Selain itu, tambah Suluh, juga masih menunggu transfer dana untuk tahap keempat.

“Cuma belum ada pemberitahuan. Jadi masih sementara menunggu, tapi yang pasti tahun 2017 ini sudah flat semua. Sekarang PKH diterima dalam bentuk Non-Tunai, melalui bank ataupun diterima melalui ATM sehingga kapanpun keluarga penerima ingin mengambilnya, silahkan saja,” ungkap Suluh.

Dan ketika ditanya oleh wartawan SulutPos.com, apa ada bantuan fisik seperti pembangunan atau renovasi rumah bagi keluarga yang berhak, Suluh meluruskan bahwa Dinas Sosial harus ada kata RS, dijelaskanya bahwa RS adalah Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH).

“Tahun ini, 2017 anggaranya dari provinsi dan kita dapat 12 RSRTLH dan pekerjaanya hanya tinggal finalisasi atau kurang 10 %. Sekarang pun caranya beda karena dikasih ke pihak ketiga, jadi dilelang dulu baru berproses, kemudian siapa yang menang dalam lelang dia yang kerja,” jelas Suluh.

 Makanya, Suluh melanjutkan, kemarin terkatung-katung karena harus menunggu proses lelang dulu dan juga ada masalah-masalah teknis lainnya. Tapi sekarang sudah jalan kembali, tinggal finalisasi saja.

Menurut Suluh, yang ada pendampingan program-program ini cuma PKH, jadi saya boleh anggap data mereka memang valid, error margin pasti ada tapi, hanya nol koma sekianlah, jika dibilang tepat sasaran memang tepat sasaran, karena mereka setiap bulan rutin melakukan pendampingan, “Ada juga sistim skoring, misalnya ada keluarga 1 atau 2 tahun sudah bisa mandiri atau sudah mampu, kita sudah bisa keluarkan dan kita naikkan yang dibawah,” Suluh menjelaskan.

Selain itu Suluh juga mencontohkan, misalkan kelurahan A yang dapat Program Keluarga Harapan (PKH) ada 100 keluarga, tapi karena kuota yang tersedia hanya 50 akan dibagi. Jadi yang 50 sudah masuk, ada juga 50 yang menjadi cadangan nanti akan di skoring, jika ada keluarga yang sudah mampu dan mandiri akan dikeluarkan dan akan diganti dari antara 50 cadangan yang ada.

“Tahun ini juga ada perluasan karena dari basis data terbaru (BDT), orang-orang miskin datanya semua diambil  dari BDT. Jadi kemungkinan datanya sudah lebih dari 2728 keluarga, dan setiap 3 bulan ada update terbaru,” tutupnya. (vand)  

(Visited 460 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *