Tinangon Resmi Lantik 810 PPS Se Kabupaten Minahasa

( Foto cover : Ketua KPU Minahasa Meidy Yafet Tinangon saat mengambil sumpah janji jabatan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupatenvl Minahasa) 

Sulutpos.com, Tondano – Sebanyak 810 Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan bertugas dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 mendatang diambil sumpah janjinya jabatannya oleh Ketua KPU Kabupaten Minahasa Meidy Yafet Tinagon SSi, MSi, pada sabtu (11/11) yang bertempat di Gedung Wale Ne Tou Tondano

Pelantikan yang disaksikan komisioner KPU Minahasa, Forkopimda, tokoh agama serta para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ini, PPS yang di rekrut dari 25 Kecamatan serta 270 desa dan kelurahan adalah mereka yang telah melalui berbagai seleksi baik administrasi, Test tertulis serta Tes wawancara pada beberapa hari yang lalu.

Dalam pelantikan itu Tinangon mengatakan bahwa jumlah anggota PPS di Kabupaten Minahasa adalah keanggotaan terbanyak jika dibandingkan dengan daerah lain dalam Provinsi Sulawesi Utara. Karena itu, dengan jumlah yang besar tersebut diminta bisa menjadi ujung tombak suksesnya Pilkada Minahasa tahun 2018.

“Saat menjalankan tugas nanti, kita harus berpegang pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, kode etik harus dijunjung tinggi,” ujar Tinangon.

Lanjutnya, terkait kode etik penyelenggara Pemilu, itu telah diatur oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Termasuk kode etik KPU, PPK, PPS. Juga kode etik dari Bawalu, Panwaslu, Panwascam, dan PPL.

Karena itu dalam menjalankan tugas, PPS harus memberikan yang terbaik. Apalagi dari 810 orang ini, ada orang muda dan ada yang sudah senior-senior yang telah malang melintang berkecimpung dalam dunia penyelenggara pesta demokrasi. “Sudah seharusnya kolaborasi antara yang muda dan tua bisa menghasilkan kinerja yang mantap. Dan untuk mewujudkanya, kekompakan dan soliditas tim harus dipelihara,” jelasnya.

Tinangon menekankan, dalam mengambil keputusan ditutut kedewasaan dan didalamnya butuh hikmat. Apalagi kita akan terlibat dalam agenda politik. Meski Kabupaten Minahasa selalu rawan, tapi buktinya sampai sekarang tetap aman.

Untuk itu, penyelenggara Pemilu harus pinter-pinter menempatkan diri karena semua tidak lepas dari hubungan baik, ikatan pertemanan bahkan persaudaraan dengan masyarakat sekitar. “Sadarilah bahwa penyelenggara Pemilu harus netral dan independen. Tapi harus tetap melayani semua pihak secara adil,” tegas Tinangon.

Selain itu, yang tidak boleh dikesampingkan adalah pemahaman tentang hirarki. Dimana hubungan antara KPU, PPK, dan PPS adalah hirarki. Sehingga jangan sampai PPS karena merasa usianya lebih tua dari anggota PPK sehingga ada rasa pandang enteng. Harus dipahami bahwa, dari segi usia memang lebih tua, tapi dalam pekerjaan, ini adalah hubungan hirarki sehingga dituntut sikap profesionalisme.

“Kami bukan minta utuk dihormati, tapi hormatilah institusi ini. Dan harus diimani, ini juga adalah bentuk ibadah sebagai pengabdian kita sebagai warganegara. Utuk itu, hargailah pekerjaan ini dan buktikan dengan kinerja. Mari kita secara bersama menjadi pioner demokrasi di Inonesia,” pugkas Tinangon.

Sementara itu, Bupati Minahasa yang diwakili Kaban Kesbangpol, Drs Jorry Gumansing mengatakan bahwa PPS akan turut ambil bagian dalam menyukseskan pesta demokrasi Kabupaten Minahasa tahun 2018.

“Menjadi tugas kita bersama untuk mengajak semua masyarakat wajib pilih untuk menyalurkan hak suaranya dalam pesta demokrasi nanti. Supaya apa yang menjadi cita-cita kita bersama bisa diraih. Tetap berpedoman pada aturan yang ada,” singkat Gumansing.( Ody)

(Visited 56 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *