Pemkab Minahasa Gelar Sosialisasi e-Purchasing dan e-Katalog 2017

Sulutpos.com, Tondano – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa pada Selasa (19/12) kemarin menggelar Sosialisasi e-Purchasing dan e-Katalog di Kabupaten Minahasa tahun 2017, bertempat di ruang sidang Kantor Bupati.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Dr Wilford Siagian MA mewakili Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi ini diawali laporan kegiatan oleh Kepala Bagian Barang dan Jasa Setdakab Minahasa Drs James Kanter.

Tampil sebagai narasumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kepala Sub Bagian Unit Layanan Pengadaan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Biro Infrastruktur dan Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sulut Felleps S Wuisan dan pesertanya para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan di masing-masing instansi di Kabupaten Minahasa.

Saat membawakan sambutan atas nama Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, Asisten II mengatakan, e-catalogue atau katalog elektronik merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari penyedia barang/ jasa pemerintah. Sementara untuk istilah e-purcashing adalah tata cara pembelian barang/ jasa melalui sistem katalog elektronik.

“Jadi jelas disini bahwa e-purchasing dan e-catalogue merupakan bagian yang tidak terpisahkan khususnya dalam proses peenyediaan barang maupun jasa. Sesuai Perpres no 4 tahun 2015, bahwa yang dapat melakukan pembelian e-purchasing adalah Pejabat Pengadaan dan PPK yang sudah ditunjuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keraguan penyedia akan keseriusan pemerintah terkait dengan regulasi penyelenggaraan pengadaan kini telah terjawab,” ujar Siangian.

Lebih Lanjut dikatakannya, pergantian kepemimpinan yang sering dianggap penyebab dari perubahan peraturan pengadaan barang dan jasa kini telah terbantahkan.

“Pada kenyataannya, praktik pengadaan yang dikawal LKPP masih terus berjalan, bahkan semakin berkembang pesat. Tren pelaksanaan pengadaan pun kini cenderung telah bergeser pada mekanisme e-purchasing. Sistem ini dianggap lebih unggul dalam hal efisiensi dan keefektifan serta lebih sesuai dengan market practice yang bekembang dewasa ini,” terangnya. ( Ody) .

(Visited 69 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *