Tip Berbahagia di Era Medsos: Jangan Jadi Pengamat Kehidupan Orang Lain

Foto: Hasil penelitian mendapati orang yang secara pasif mengamati kehidupan orang lain di media sosial, merasa lebih buruk mengenai diri mereka sendiri. (Foto: ilustrasi). Reuters


SulutPos.com Washington DC – Dengan hampir 2 miliar pengguna, kelangsungan hidup Facebook tergantung pada orang- orang yang terus menggunakan layanannya.

Itulah sebabnya para pengamat terkejut dengan posting blog perusahaan yang tidak biasa pada hari Jumat (15/12) yang menyoroti beberapa kemungkinan bahaya menggunakan layanan media sosial itu.

Blog itu berjudul: “Pertanyaan Sulit: Apakah Menggunakan Waktu di Media Sosial Buruk bagi Kita?”

Perusahaan tersebut mengutip beberapa penelitian yang menyebutkan beberapa kemungkinan negatif menggunakan media sosial.

Dalam sebuah penelitian, orang yang secara pasif membaca tentang kehidupan orang lain mengatakan merasa lebih buruk mengenai diri mereka sendiri. Salah satu kemungkinannya adalah “perbandingan sosial yang negatif” ketika membaca tentang orang lain di internet, menurut perusahaan itu, karena “orang sering kali lebih memperhalus dan menyanjung” dibanding apa yang mereka lakukan dalam kehidupan nyata mereka.

Tapi ada solusinya, menurut Facebook, yang melaporkan pendapatan 10 miliar dolar – tertinggi yang pernah dicapai – pada kuartal terakhir: Jangan menjadi pengamat kehidupan orang lain. Gunakan Facebook lebih banyak dan dengan teman- teman dan keluarga.

Pengguna Facebook yang menggunakan lebih banyak waktu di Facebook – memposting dan berinteraksi dengan teman dekat – akan mendapat lebih banyak efek positif, menurut sebuah studi perusahaan yang dilakukan dengan Universitas Carnegie Mellon.

“Hanya memposting status saja tidak cukup. Orang harus berinteraksi dengan orang lain dalam jaringan mereka.” [sp/ii]

VOA News

(Visited 319 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *