Vonny Pontoh: Luas Lahan Pertanian sekitar 4800 Hektar, tapi Generasi Muda Lebih Menyukai Sektor Jasa

Foto: Kadis Pertanian dan Peternakan, Ir Vonny Pontoh MBA (kanan), dan Sekdis Syane Korompis SP.


SulutPos.com, Tomohon – Menindak lanjuti program Kementerian Pertanian tentang Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu, tentunya Pemerintah Kota Tomohon mendukung setiap program dari Kementerian lewat petani terpadu seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas (kadis) Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon, Ir Vonny Pontoh kepada wartawan media ini.

Lebih lanjut dikatakan Pontoh, untuk tahun ini sumber dananya dari APBN yang satkernya dari Provinsi, masuk pada upaya khusus tanaman padi dan jagung, dimana jagung berintegritas dengan perkebunan seluas 1000ha. jadi tugas pemerintah kota melalui dinas pertanian menyiapkan calon petani dan kelompok tani, itu semua sudah disampaikan kedinas pertanian dan peternakan Provinsi, kemudian dibuatkan SK.

“Untuk bantuan berupa benih, pupuk dan peralatan, itu semua diadakan di Provinsi, kita (Dinas Pertanian dan Peternakan) cuma menyiapkan calon petani dan kelompok tani,” papar Pontoh.

Untuk pengkategorian petani dan kelompok tani, lanjut Pontoh, diidentivikasi oleh Dinas, kelompok tersebut sudah harus terdaftar di SISLU (Sistem Penyuluhan Tingkat Nasional). Kelompok harus memasukan proposal dari tahun sebelumnya, sedangkan untuk regenerasi petani, Pontoh mengatakan itu ke dinas pangan karena mereka yang menangani penyuluhan.

“Tapi secara umum angkatan muda sekarang sudah tidak menyukai untuk bertani walaupun itu dari program pemerintah, yang menarik angkatan muda yaitu diberikan bantuan dan fasilitas sampai kemekanikasian, seperti traktor dan treser serta konseler untuk jagung,” jelas Pontoh.

Dikatakannya juga, bahwa angkatan muda lebih memilih sektor jasa seperti menjaga alfa mart, multi mart dan supermarket, sedangkan para petani sekarang, usianya sekitar 50 sampai 60 Tahun.

“Luas areal pertanian kota Tomohon, untuk sawah yang potensi kurang lebih 800 hektare, dan untuk jagung antara 3000 – 4000 hektare, tapi sekarang banyak petani yang beralih ketanaman holtikultura, karena ini memasuki penghujung tahun, belum direkab dari Januari sampai Desember nanti laporan tahunan nanti awal tahun depan bisa dilihat,” terang Pontoh.

Ditanya tentang kontribusi dari sektor pertanian untuk PAD, Pontoh menjawab bahwa saat ini belum ada target untuk PAD, mungkin dulu pernah diusulkan tetapi karena skala usaha petani kecil.

“Tetapi untuk tahun depan dalam rangka pencapaian PAD kota Tomohon yang ditargetkan kurang lebih 50 miliar, dinas pertanian dan peternakan ditargetkan itu sudah ada PAD tapi untuk saat ini belum,” tutup Pontoh. (marthen alow)

(Visited 319 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *