Aspirasi Warga Lahendong dalam Musrenbang

Foto: Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG), dilaksanakan di Kafe Kelompok Sayok Linow (KSL) Kelurahan Lahendong, kamis (25/1/2018).


SulutPos.com, Tomohon –  Penyampaian aspirasi masyarakat yang tertuang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG), dilaksanakan di Kafe Kelompok Sayok Linow (KSL) Kelurahan Lahendong, kamis (25/1/2018).

Dalam sambutanya Lurah kelurahan Lahendong, Femmy Datu mengatakan bahwa tujuan musrenbang adalah menggali aspirasi masyarakat menyangkut usulan usulan pembangunan baik infrastruktur maupun pembangunan lainnya yang ada dikelurahan.

“Memang tidak semua usulan terealisasi tapi ada juga yang terealisasi atas swadaya masyarakat. Ada beberapa usulan ditahun sebelumnya yang terealisasi, bantuan berupa handtraktor, mesin penggiling padi, bibit jagung dan kadele, Trotoar, jalan menuju perkebunan dan lain lain,” kata Lurah. sambil berharap semua usulan dari masyarakat bisa terealisasi.

Pada kesempatan itu pula, ada usulan dari Denny Supit (tokoh masyarakat), tentang keberaadaan perusahaan di Kelurahan Lahendong yang bernama APEXINDO. “Mohon perhatian dari pemerintah tentang perusahaan yang ada di kelurahan lahendong yaitu APEXINDO. Disetiap perusahaan ada yang namanya CSR (Corporate Social Responsibility) yang artinya tanggung jawab perusahaan dan nilai dari CSR itu bervariasi 1- 4 persen tapi disarankan oleh pemerintah 2 persen dari keuntungan atau laba,” papar Denny Supit.

Nah, Denny melanjutkan, yang mereka dapatkan disini besar sekali, apabila ada progda yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah, karena ada prioritas dulu maka kita langsung keperusahan. Karena itu kewajiban perusahaan dan hak dari masyarakat dan tolong diperhatikan.

“Selama ini masyarakat belum tahu kalau sudah ada CSR di kelurahan Lahendong,” tutup Denny Supit.

Jantje Londok
Jantje Londok.

Lain halnya dengan usulan dari Jantje Londok, “Tanggapan dari masyrakat ini baik, karena ini tempat atau wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat untuk kepentingan masyarakat dan hasil dari musrenbang tahun lalu sudah bisa kami rasakan walaupun belum semua terealisasi,” kata Londok.

Ditambahkannya, hasil seperti jalan, kebutuhan kelompok tani seperti bibit, pupuk dan lain-lain, walaupun tidak semua kami rasakan tapi saudara yang lain sudah merasakan.

“Harapan masyarakat untuk lebih ditingkatkan lagi kalau itu bentuk bantuan jangan hanya infrasruktur, kalau bisa modal usaha. Selain itu ada juga usulan sebanyak 25 butir yang dicatat oleh 5 perwakilan yang akan dibawa ketingkat kecamatan dan kota, tapi secara garis besar menyangkut infrastruktur,” harap Londok.

Terpisah, Fenn Mende SH, selaku tokoh masyarakat, lebih menyoroti mengenai keterbukaan pemerintah. Mencontohkan proyek yang dikerjakan yang bersumber dari dana APBD Kota Tomohon, tapi tidak pernah diusulkan dalam musrenbang.

“Seharusnya jika ada proyek di kelurahan Lahendong, seharusnya itu (Proyek) hasil musrenbang,” jelas Mende.

Jangan, lanjutnya, musrenbang ini hanya seremonial. Karena usulan musrenbang tidak ditindak lanjuti. Realitasnya, banyak hal yang masih tertutup di kelurahan ini (Lahendong). (marthen alow)

(Visited 128 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *