Bersama Bank Indonesia, Bupati JWS Resmikan PSBI Minahasa

Sulutpos.com, Tondano – Dalam rangka rangka sinergi penerapan pola tanam pada Klaster Cabai di Minahasa, Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, meresmikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Screen House dan Pompa Angka sinergi penerapan pola tanam pada Klaster Cabai di Minahasa, yang dilaksanakan di ruang sidang Kantor Bupati, Rabu (07/02) pagi.

Deputi Direktur BI MHA Ridwan PhD, dalam sambutannya mengatakan alasan BI sangat konsen terhadap pengembangan Ketahanan Pangan dalam hal ini Cabai, dikarenakan BI memiliki tugas utama mengendalikan inflasi, sementara Cabai salah satu komoditi pangan yang bisa sangat mempengaruhi Cabai.

“Kita mencegah agar nilai uang itu sangat berharga terhadap barang, sebagai contoh, jangan sampai terjadi seperti di negara Simbabwe, dimana nilai uang tidak lagi ada harga terhadap barang, dimana uang yang mencapai 100 miliaran dolar hanya bisa untuk beli telur 3 butir,” terang Ridwan.

Itulah sebabnya, menurut Ridwan, BI membangun kerja sama dengan petani untuk membangun klaster binaan, disertai memberikan bantuan melalui PSBI, agar klaster binaan tetap terus berproduksi disegala musim.

“Untuk mengendalikan inflasi, maka BI mengelolah klaster untuk beberapa jenis tanaman pangan, dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan hasil panen tanaman pangan, penguatan klaster diharapkan dapat menudukung kestabilan panen dan mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan ekonomi,” Ungkapnya.

Acara yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama PSBI antara BI dan Kelompok Tani Maesaab Tonsealama ini disaksikan langsung Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Sekda Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Minahasa Dr Wilford Siagian, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Ir Suhban Torar, serta jajaran Pejabat Pemkab Minahasa yang hadir.

Sementara, Bupati JWS dalam sambutannya mengatakan, Minahasa selalu menjadi daerah sasaran sebab Minahasa terdiri dari hampir 70 persen warganya berprofesi sebagai petani, yang bukan tidak mungkin sangat mempengaruhi pada fluktuasi hasil pertanian yang tentunya akan sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah.

“Kita bersyukur hingga saat ini komoditi tanaman Cabai di Minahasa masih terkendali, sehingga tak terlalu berpengaruh pada inflasi daerah,” kata Bupati JWS, sembari menyampaikan terima kasih kepada BI yang telah memilih Minahasa, khususnya Tonsealama untuk PSBI ini.

Usai kegiatan, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan peresmian PSBI di lokasi di Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara.(Ody)

(Visited 137 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *