Kelangkaan Pupuk di Modoinding, Distributor: Jatah Kuota Pupuk Sudah Habis

Foto: Lahan Perkebunan sayuran di Modoinding. (nv)


SulutPos.com, Amurang – Kelangkaan pupuk bersubsidi yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terlebih khusus di Kecamatan Modoinding, dimana penduduknya mayoritas masyarakat bergantung pada hasil pertanian.

“Kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi disini memang sangat terasa. Mau cari dimana lagi kalau bukan kepada distributor (penjual),” ungkap salah satu petani yang tidak mau namanya disebutkan ketika ditemui, pada Jumat ( 23/03/2018).

Lanjutnya, perbandingan harga pupuk bersubsidi dengan yang non subsidi hampir seratus tiga puluh rupiah (pupuk subsidi Rp.95.000-115.000 sedangkan untuk pupuk non subsidi Rp.225.000).

Jones Kaseger
Jones Kaseger.

Ditempat yang sama, salah satu petani yang juga tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dengan kelangkaan pupuk yang terjadi, sangat berpengaruh besar bagi mereka yang sudah berkeluarga, karena hasil dari pertanian menurun drastis dan itu bisa sampai 50%.

“Jadi kami memang merasa sangat dirugikan dengan kelangkaan ini. Kami sangat mengharapkan bagi instansi terkait (Dinas pertanian) dapat turun langsung melihat keadaan lapangan petani terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi ini,” katanya.

Dibagian lain, menurut Jones Kaseger salah satu Distributor pupuk Sulawesi Utara ketika ditemui, Selasa (27/03 2018) mengatakan, sebenarnya pupuk ini tidak langka, penyebabnya adalah kuotanya, untuk jatah kuota pupuk tidak sama per Kabupaten/kecamatan, jadi jatah kuota pupuk sudah habis.

“Prosesnya, petani membuat kelompok Tani, kemudian mereka mengajukan ke kios-kios resmi. Jadi petani yang tidak masuk ke RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) mereka tidak ada fasilitas untuk pupuk subsidi dari pemerintah,” kata Kaseger

Saat ditanya jika petani yang tidak masuk dalam Kelompok Tani membeli pupuk subsidi, Kaseger  menjelaskan bahwa petani tidak akan mendapatkan pupuk subsidi apabila tidak masuk dalam kelompok Tani, itu persyaratan dari pemerintah dan sudah lama diterapkan.

Lebih lanjut dikatakan Jones untuk kios-kios pupuk resmi yang ada di Modoinding, itu hanya untuk wilayah Modoinding, kalau untuk daerah lain mereka sudah ada kios-kios resminya.

Terpisah, Anggota DPRD Minsel Ronald Pinasang, angkat bicara mengenai kelangkaan pupuk ini, ketika ditemui wartwan, Selasa (27/03 2018). Pinasang mengatakan kuota pupuk sudah tidak sesuai dengan besarnya lahan pertanian yang ada di kecamatan Modoinding.

“Karena tiap tahun ketambahan lahan pertanian, sehingga terjadi kelangkaan pupuk dan solusinya yaitu penambahan kuota pupuk. Untuk penambahan kuota pupuk, yang mengatur itu dari Dinas Pertanian,” tutup Pinasang.

Seperti kita tahu bersama Wilayah Modoinding adalah penghasil Sayuran terbesar di Sulawesi Utara. Sampai berita ini diturunkan, Dinas Pertanian belum bisa ditemui.(Svide)

(Visited 537 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *