Ketegangan AS-Rusia Tak Berimbas Pada Program Luar Angkasa

Foto: Astronot AS Jack Fischer, atas, dan kosmonot Rusia, Fyodor Yurchikhin, anggota kru misi ke Stasiun Antariksa Internasional, melambaikan tangan sebelum peluncuran dari kosmodrom Baikonur yang disewa pemerintah Rusia, di Kazakhstan, 20 April 2017. AP


SulutPos.com, Washington – Meskipun ada ketegangan, sanksi, dan saling tuduh antara Amerika dan Rusia, dua astronot Amerika akan bergabung dengan kosmonot Rusia yang meluncur dari Kazakhstan, Rabu (21/3),menuju Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Meskipun terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan antara kedua negara, para ahli mengatakan program luar angkasa jarang terimbas.

Amerika sepenuhnya bergantung pada Rusia untuk mengirim astronot ke ISS sejak berakhirnya program pesawat ulang alik pada 2011.

Setelah Presiden Barack Obama memberlakukan sanksi terhadap Rusia pada 2014 karena mencaplok Krimea, Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan astronot AS bisa ke Stasiun Antariksa Internasional menggunakan trampolin.

Namun peluncuran itu terus berlanjut.

“Para politisi bisa sangat lucu dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan mereka. Tapi tampaknya hal itu tidak berdampak pada pekerjaan sehari-hari di Stasiun Antariksa Internasional,” kata Cathleen Lewis, kurator di Bagian Sejarah Antariksa , Museum Udara dan Antariksa Nasional. [my/ds]


Two Americans and a Russian will blast off from Kazakhstan on Wednesday, en route to the International Space Station. They are leaving behind a world of tensions, sanctions and recriminations between their countries. As VOA’s Steve Baragona reports, the United States and Russia work more closely in space than they do on Earth.

VOA News

(Visited 176 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *