Zuckerberg Akui Kesalahan Facebook Saat Lindungi Data Pengguna

Foto: Logo Facebook di Paris, Perancis, 17 Januari 2017. AP


SulutPos.com, Washington – Pendiri Facebook Mark Zuckerberg merilis pernyataan tentang keterlibatan jaringan sosial itu dalam skandal pengumpulan data ilegal.

“Kami bertanggung jawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa melakukannya maka kami tidak pantas untuk melayani Anda,” kata Zuckerberg dalam pernyataan yang diunggah di Facebook.

“Kabar baiknya adalah tindakan terpenting untuk mencegah ini terulang kembali saat ini sudah kami lakukan beberapa tahun yang lalu. Tapi kami juga membuat kesalahan, masih banyak yang harus dilakukan, dan kami harus bertindak dan melakukannya.”

Facebook, Jumat (16/3), mengungkapkan sejak 2015 sudah mengetahui bahwa peneliti Inggris Aleksandr Kogan secara ilegal membagikan informasi pengguna dengan perusahaan riset, setelah mengumpulkan data itu secara legal melalui aplikasi untuk kuis kepribadian. Perusahaan riset itu diduga secara ilegal menggunakan data sekitar 50 juta pengguna Facebook untuk membangun profil bagi kampanye politik AS, termasuk kampanye presiden Donald Trump.

Baca: Mantan Karyawan Cambridge Analytica Ungkap Penyebaran Berita Palsu

Facebook dikecam karena tidak memperingatkan penggunanya mengenai insiden itu pada 2015. Zuckerberg secara terbuka membahas masalah ini pada Rabu (21/3).

Pernyataan Zuckerberg juga menyertakan lini masa mengenai peristiwa yang mengatakan Facebook pada 2015 menuntut Cambridge Analytica agar menghapus semua data yang diperoleh secara tidak layak. Ia mengatakan minggu lalu mengetahui dari kantor-kantor berita bahwa perusahaan tersebut mungkin tidak menghapus data tersebut, meskipun memberikan sertifikasi bahwa telah melakukannya.

Cambridge Analytica menyangkal menyimpan data tersebut. Seorang eksekutif Facebook yang bertanggung jawab atas keamanan dilaporkan berhenti dari perusahaan tersebut sebagai dampaknya.

Zuckerberg mengatakan, insiden tersebut bukan hanya karena pelanggaran kepercayaan antara Kogan, Cambridge Analytica, dan Facebook, tetapi juga “pelanggaran kepercayaan antara Facebook dengan orang-orang yang berbagi data mereka dengan perusahaan kami dan mengharapkan kami untuk melindunginya.”[my/ds]

VOA News

(Visited 315 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *