Pimpin Rapim EPPA 2018,Mewoh Sesalkan Administrasi Sejumlah SKPD Kurang Tertib

Sulutpos.com, Tondano – Rapat pimpinan ( Rapim)  Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (EPPA)  triwulan pertama Tahun Anggaran 2018 yang digelar di ruang sidang kantor Bupati Minahasa, Rabu (19/04),jadi pertanyaan besar pejabat Bupati Minahasa. Pasalnya, rapat yang diikuti Kepala Santuan Kerja Perangkat Daerah dan Camat se-kabupaten Minahasa itu menurut Mewoh kurang tertib administrasi dan penyampaian yang tidak sistematis.

Bupati Mewoh mengatakan berdasarkan data Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (EPPA) Tahun Anggaran (TA) 2018, hampir sebagian SKPD dan Camat tidak memiliki adminisitrasi yang lengkap semisal laporan pertanggung jawaban yang belum diinput.

“EPPA Triwulan pertama Tahun Anggaran 2018 yang sudah selesai, seharusnya data anggaran kas di bulan ketiga sudah mencapai 25 persen. Akan tetapi kenyataannya data sekarang ini berada di posisi 12,87 persen. Ini sejarah pemanfaatkan keuangan. Walaupun belum diinput setidaknya atau minimal mendekati pencapaian. Karena pencapaian kinerja secara keseluruhan dan anggaran yang ada sekarang masuk berdasarkan kinerja. Dari data saat ini, pencapaian ada yang berada pada zona biru, zona hijau, dan zona kuning yang tidak ada yakni laporan pertanggung jawaban,” kata Mewoh usai membuka rapat pimpinan (Rapim) Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran Triwulan Pertama Tahun Anggaran (TA) 2018.

Selain tertib administrasi, disinggung pula masalah laporan pertanggung jawaban. Pasalnya rapat pimpinan EPPA yang digelar dan baru pertama kali diikutinya usai menjabat Bupati di kabupaten Minahasa dikatakan umumnya data tidak dimiliki Kepala SKPD dan Camat.

“Kalau berada pada zona merah berarti kegiatan-kegiatan yang belum dilaksanakan, semisal kecamatan Tondano Barat yang berada di sona merah. Dan ini menjadi pertanyaan kenapa belum ada serapan sedangkan anggaran sudah dikeluarkan. Pada bulan keempat (April) ini seharusnya menyampaikan laporan pemanfaatan 3 bulan tetapi sampai dengan saat ini belum dilaksanakan. Sebagai bahan evaluasi kita melihat kejadian sekarang keadaannya seperti ini. Apakah EPPA baru kali terjadi atau bagaimana, karena rata-rata dalam evakuasi ini semua kepala SKPD dan Camat tidak memiliki data. Seharusnya EPPA itu evaluasi semua pelaksanaan program-program sesuai dengan anggaran kas karena ini adalah bagian dari tertib pemanfaatan APBD,” ujarnya didamping Sekdakab Minahasa, Asisten III dan Kabag Pembangunan serta Kepala Inspektorat kabupaten Minahasa.

Mewoh menyampaikan bahwa adalah merupakan suatu kesalahan besar apabila setiap kali pelaksanaan kegiatan tidak tepat waktu dan harus digeser-geser. Jika digeser-geser itu menandakan bahwa perencanaan salah atau keliru.

“Saya kurang tahu apakan ini sesuatu yang baru atau lama terjadi. Tapi pada kenyataannya tidak dilaksanakan. Jadwal EPPA yang dilaksanakan setiap triwulan akan dievaluasi menjadi setiap bulan.

“Saya harapkan bulan depan ketertinggalan yang ada sekarang sudah dilaksanakan. Minimal presentasi ini sudah berada pada persentase yang seharusnya,” tandasnya.( Ody)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *