Kelompok Antisemitisme Intimidasi Kaum Yahudi Lewat Twitter

Foto: Aplikasi Twitter di ponsel pintar, 18 Oktober 2013. AP 


SulutPos.com, Washington – Kelompok antisemitisme menggunakan Twitter sebagai “megafon untuk melecehkan dan mengintimidasi Yahudi,” kata kelompok hak-hak sipil pro-Yahudi, Liga Anti-Defamasi.

Dalam sebuah laporan baru, Senin (7/5), ADL mengatakan para pengguna Twitter menulis sedikitnya 4.2 juta pesan antisemitisme pada 2017 atau rata-rata 81.400 pesan seminggu.

“Data baru ini menunjukkan bahwa terlepas dari langkah-langkah yang diambil Twitter untuk menghapus ujaran kebencian dan mengatasi akun-akun yang menulisnya, para pengguna masih menyebarkan pesan-pesan antisemitisme yang sangat luar biasa besar jumlahnya,” kata ketua ADL Jonathan Greenblatt.

Contoh cuitan-cuitan berisi kebencian itu termasuk bantahan terhadap Holocaust; klaim-klaim bahwa umat Yahudi membunuh Yesus Kristus, keyakinan yang sejak lama dibantah Vatikan; dan propaganda seperti orang Yahudi menguasai perbankan dan media.

ADL menyerukan Twitter untuk mengambil langkah-langkah untuk menghentikan ujaran kebencian.

Twitter mengatakan telah membuat lebih dari 30 perubahan sistem operasi dalam 16 bulan belakangan untuk mengatasi ujaran kebencian.

“Kami adalah platform terbuka dan mencerminkan perilaku manusia, yang baik dan buruk. Semua orang berperan dalam membangun masyarakat yang penuh kasih sayang dan berempati,” kata Twitter dalam pernyataan. [vm/al]

VOA News

(Visited 151 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *