Luas Lahan Produktif 1.037 Hektar Sentra Produksi Tomat di Minahasa

Sulutpos.com, Tondano – Guna implementasi klaster ketahanan pangan komoditas Tomat Sayur di Minahasa, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), Soekowardojo, dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pada Rabu (6/6) pagi, bertempat di ruang sidang Kantor Bupati, Tondano.

Penanda Tanganan Kesepakatan ini yang dilakukan Kepala Perwakilan BI Sulut, Soekowardojo, mewakili BI serta dari Pemkab Minahasa oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, yang didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Dr Wilford Siagian MA, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Gunawan, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Minahasa Drs Mekry Sondey, turut disaksikan Kelompok Tani Tunas Muda, Kelompok Tani Lo’orenta, Kelompok Tani Kamang, selaku peserta pelatihan.

Soekawardojo, berharap MoU ini akan berdampak baik bagi pengembangan tanaman pangan jenis Tomat Sayur. “MoU ini juga dalam rangka pengendalian inflasi komoditas Tomat Sayur dan pengembangan produk olahan Tomat Sayur, melalui klaster Tomat Sayur pada tahun 2018,” Terangnya.

“Diharapkan, klaster binaan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengendalian inflasi komoditas Tomat Sayur di Sulut, dan memberikan nilai tambah bagi Kelompok Tani dari sisi kompetensi dan pendapatan,” Harap Soekawardojo.

Sementara, Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Herkules DEA, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Korengkeng mengatakan, tujuan dari pelaksanaan program kegiatan ini pada intinya adalah, untuk mendorong terjadinya peningkatan produksi dan produktivitas.

” Di Minahasa, pengembangan komoditas Tomat sangat berpotensi untuk dikembangkan, dengan luas lahan potensial 1.037 hektar dan sekaligus merupakan salah satu sentra produksi Tomat yang ada di Minahasa,” kata Korengkeng sembari mengucapkan terima kasih kepada BI, yang telah memberikan bantuan baik modal serta pelatihan-pelatihan kepada para petani Minahasa sehingga kedepan pengelolaan dan pemanfaatan lahan pertanian di Minahasa semakin baik

Selain itu juga, dikatakannya, untuk meningkatkan mutu produk-produk hortikultura berbasis ramah lingkungan, khususnya komoditas tanaman sayur, pada lokasi-lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan dengan penerapan good agriculture practices (GAP) dan standard operating procedure (SOP) serta untuk mengendalikan inflasi daerah yang disumbangkan oleh bahan makanan yang befluktuasi (volatile food).( Ody)

(Visited 93 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *