ROR Ajak Warga Minahasa Tidak Makan Nasi Sehari Kali Dalam Seminggu

Sulutpos.com,Tondano – Canangkan Gerakan Makan Tanpa Nasi, Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring MSi, ajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa, untuk membiasakan diri tidak konsumsi nasi sehari dalam seminggu.

Hal ini diungkap Bupati ROR sapaan Akrabnya yang kala itu bersama Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi mencanangkan Gerakan Makan Tanpa Nasi (Gentanasi) atau “One Day No Rice” di Kabupaten Minahasa, Senin (03/12) sore, bertempat di GOR Tennis Indoor Sasaran Tondano, yang merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pangan, yang juga adalah program Nasional.

” Tujuannya adalah bukan untuk melarang masyarakat mengkonsumsi nasi, melainkan untuk pola hidup sehat mengganti nasi dengan pangan lokal lainnya yang mengandung karbohidrat,” kata Bupati ROR saat mencanangkan program ini disela-sela kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA Berbasis Sumber Daya Lokal tingkat Kabupaten Minahasa tahun 2018.

“Daerah kita kaya akan pangan lokal, yang tentunya beragam, bergisi, seimbang dan aman (B2SA). Penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat B2SA, merupakan upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat. Maka dari itu saya mengajak masyarakat agar kreatif mengolah bahan pangan lokal ini untuk dikonsumsi menggantikan nasi,” terangnya.

Lanjut dikatakannya pula, ada beberapa permasalahan terkait pola konsumsi pangan masyarakat, antara lain ketergantungan pada satu makanan pokok yaitu beras atau nasi. Padahal, Kabupaten Minahasa kaya akan pangan sumber karbohidrat selain beras seperti, umbi-umbian yakni ubi jalar, ubi jalar ungu, singkong, talas, jagung, pisang dan masih banyak lagi.

Upaya tersebut menurut Bupati, dilakukan bukan untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat, sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak ragam baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat.( Ody)

“Dengan adanya gerakan ini juga, komsumsi beras kita akan menurun. Karena diketahui Indonesia mengkonsumsi 113 Kg per orang per tahun, sedangkan orang Minahasa sendiri mengkomsumsi beras itu mencapai 116 Kg per tahun, atau lebih tinggi dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, yang hanya mengkomsumsi dibawa 100 Kg,” harapnya.

“Makanya ada Lomba cipta menu B2SA BSDL yang bertujuan untuk menggali potensi pangan sumber karbohidrat non beras, mengembangkan kreativitas menu, meningkatkan pengetahuan akan pentingnya konsumsi B2SA dan mendorong kreativitas masyarakat. Untuk itu, saya berharap ibu-ibu yang berperan sebagai penentu dan penyedia menu keluarga serta yang berperan penting terhadap kualitas konsumsi pangan keluarga, agar menindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari dan mensosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Bupati

Menindaklanjuti program ini, ROR menjelaskan bahwa Pemkab Minahasa telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan, yang nantinya juga akan dilakukan dengan denominasi gereja lian, serta agama-agama lain di Minahasa. Dirinya memiliki harapan besar kerjasama ini akan membantu sosialisasi program Pemkab Minahasa, yaitu pemanfaatan pangan lokal di jemaat yang ada.

“Ada beberapa hal yang perlu dipertegas pada kesempatan ini yaitu, instruksi Bupati nomor 3 tahun 2018 tentang penggunaan pangan lokal sebagai sumber makanan di lingkungan Pemkab Minahasa, dimana diinstruksikan kepada para Kepala SKPD, Kepala Bagian, Camat, Lurah/ Hukum Tua, untuk melaksanakan dan menseriusinya, menyajikan snack yang berbahan baku pangan lokal disetiap acara pemerintahan. Juga sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden nomor 22 tahun 2009, tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan. Untuk itu hal harus segera ditindaklanjuti” pungkasnya

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *