Soal Data Petani Korban Debu Vulkanik, Camat Tombatu Utara Cuek Ditanya Wartawan

Sulutpos.com,Ratahan – Pemerintah Kabupaten Minahasa (Mitra) siap bantu petani yang mengalami kerugian besar pasca Erupsi Gunung Soputan yang menyemburkan debu vulkanik setinggi diatas 7.000 meter dari atas puncak gunung, Minggu (16/12) dini hari lalu.

” Pemerintah akan membantu petani yang mengalami kerugian akibat semburan debu vulkanik Gunung Soputan, tapi masih menunggu data lengkap, ” Kata Wabup Legi ketika diwawancara sejumlah media pada Senin (19/12) usai kegiatan perayaan Natal du Dinas Sosial.

Terkait pendataan dan bantuan yang bakal diserahkan tersebut Wabup Berharap Para Camat yang ada diwilayah terkena dampak bisa memberikan data yang akurat.

“Kurang lebih baru dua Kecamatan yang lahan pertaniannya terkena dampak, khususnya tanaman holtikultura, seperti tomat, rica, ketimun dan jagung. Kami sudah menginstruksikan Camat setempat melakukan pendataan berapa yang rusak parah, rusak sedang dan rusak ringan. Agar nanti kalau sudah ada data yang valid, kami akan berikan bantuan melalui dinas terkait,” Terangnya.

Mengacu dari penjelasan Wabup Legi, Wartawanpun menindak lanjuti dengan menanyakan data tersebut ke Camat Tombatu Utara, Arnold Mokosolang. Namun sangat disayangkan Pertayaan Para Wartawan ditanggapi dingin sang Camat.

” Saya no comment, silahkan turun ke lapangan dan cek sendiri disana, saya tidak tahu,” Kata Arnold seakan memperlihatkan sikap cueknya ke wartawan.

Sebelumnya, warga petani di wilayah Tombatu Raya mengeluhkan soal dampak gunung erupsi ini, yang telah mengakibatkan lahan pertanian mereka terancam gagal panen. Jeki Manengal, salah seorang petani menuturkan, tanaman tomat dan cabe serta tanaman lainnya yang semestinya dipanen akhir bulan Desember, gagal panen.

“Kami hanya petani kecil, berharap panen di akhir Desember ini bisa mencukupi kebutuhan ekonomi kami, tapi sepertinya ini akan gagal panen karena semua tanaman terkena debu Gunung Soputan,” keluhnya sembari berharap ada perhatian dari pemerintah melalui instansi teknis terkait.( Ody)

(Visited 66 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *