Air Sudah Mengalir, Masyarakat Bai: Antara Ucupan Syukur dan Rasa Khawatir

Foto: Saluran/Pipa air di desa Bai.


SulutPos.com, Tutuyan – Penantian panjang masyarakat Bai untuk memiliki air akhirnya terealisasi, Proyek pembangunan air bersih yang dibanderol anggaran Rp 2,9 miliar tersebut sudah selesai dikerjakan. Tapi meninggalkan perasaan was-was di hati masyarakat.

“Alhamdullilah, kami sudah memiliki air. Sudah ada 20 rumah yang diberikan kran air, dari 200-an Kepala Keluarga (KK) yang ada,” ungkap Nune Wakulu, warga setempat.

Dia bersama warga lainnya mengaku bersyukur dengan keberadaan air tersebut, namun tidak menampik ada sedikit rasa kurang puas dengan hasilnya. Dia menuturkan memang air sudah jalan dengan lancar satu bulan terakhir, namun yang menjadi persoalan adalah di mata air pihak kontraktor tidak membangun bak induk, pipa hanya diletakan begitu saja di mata air.

“Di mata air tidak dibangun bak induk. Pipa hanya diletakan begitu saja, Itu bahaya. Saat hujan deras air pasti keruh, belum lagi jika ada yang menaruh sesuatu di pipa tersebut. Jadi air ini hanya kami gunakan untuk mandi dan mencuci pakaian. Untuk minum dan masak ambil air lain,” ungkapnya.

Menurut kesaksiannya, jarak mata air hingga ke desa sekira 9 Kilometer Km, sehingga peletakan pipa cukup sulit dilakukan. Dia menuturkan, pihak kontraktor awalnya membangun bak induk, tapi tidak bisa digunakan karena pihak PU salah melakukan pengukuran, sehingga air tidak mengalir sampai ke bawah, tapi pihak kontraktor sudah tidak membangun bak yang baru lagi karena anggaran sudah habis.

“Jadi pipa saja yang diletakan pada mata air,” jelasnya.

Sementara itu, Sangadi Bai Hamdi Lamaluta membenarkan hal tersebut. Bahkan dia pun menyebutkan pipa-pipa yang disambungkan tidak tertanam dengan baik. Bak induk memang tidak dibangun.

“Pipa pun tidak tertanam dengan baik. Pihak kontraktor hanya pergi begitu saja. Pamitan pun tidak. Akhirnya masyarakat desa yang memperbaikinya,” beber Lamaluta.

Meskipun begitu, dia tetap bersyukur dengan keberadaan air tersebut, bantuan yang diberikan Pemkab untuk air bersih sudah terealisasi.

“Kami akan berusaha untuk menjaga dan menggunakan air tersebut dengan sebaik mungkin,” ujar Lamaluta.

Terkait hal ini, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum PU Kabupaten Boltim, Sahrul Abdul Muis, menampik hal tersebut. Dia menjelaskan jika pembangunan air bersih tersebut sudah dikerjakan dengan baik.

Menurutnya, saat Musrembang masyarakat dan pemerintah desa Bai sudah melaporkan jika air tersebut tidak menjadi masalah bahkan di saat hujan.

“Di atas kita bangun bak induk. Tapi memang tidak pas di penangkapan air. Jadi air yang dari mata air itu yang disaring ke bak induk, jelas Muis.

Kadis pun memastikan akan turun langsung meninjau keberadaan proyek tersebut.

“Nanti saya akan tindaklanjuti hal ini. Kami akan turun langsung mengecek kebenarannya,” tukasnya.

Diketahui, proyek Air Bersih tersebut merupakan bantuan Pemkab Boltim yang diberikan melalui usulan proposal yang diberikan Desa Bai. Sehingga pada 2018 dikeluarkan anggaran Rp 3 miliar untuk proyek air bersih tersebut. Proses pengerjaan berlangsung cukup lama, dengan pihak pelaksana PT Altraco Utama Nusantara. (IWAN).

(Visited 151 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *