Pesan Bupati ‘Tetty’ Paruntu di Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Foto: Bupati Minsel, Dr Christiany Eugenia Paruntu, terjun langsung membersihkan sampah, dalam Peringatan Hari Peduli sampah Nasional Tahun 2019, di Arakan, Senin 4 Maret 2019.


SulutPos.com, Amurang – Peristiwa Tragedi Longsor di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin 21 Februari 2005 dini hari, seakan menjadi ‘cambuk’ dan pelajaran berharga. Kajadian pahit 14 tahun silam itu, yang menelan puluhan korban jiwa, telah menyadarkan kita betapa pentingnya pengolahan sampah, jika kita tidak memiliki rasa peduli, hal itu akan menjadi bumerang bagi manusia.

Bupati Minsel, Dr Christiany Eugenia Paruntu, terjun langsung membersihkan sampah, dalam Peringatan Hari Peduli sampah Nasional Tahun 2019, di Arakan, Senin 4 Maret 2019.
Bupati Minsel, Dr Christiany Eugenia Paruntu, terjun langsung membersihkan sampah, dalam Peringatan Hari Peduli sampah Nasional Tahun 2019, di Arakan, Senin 4 Maret 2019.

Untuk Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, dipusatkan di Desa Arakan Kecamatan Tatapaan, Senin 4 Maret 2019. Bupati Minsel, Dr Christiany Eugenia Paruntu, yang didampingi anak tercinta Adrian Jopy Paruntu (AJP), serta Ketua Koni Minsel James Arthur Kojongian (JAK) yang juga adik dari Bupati, terlihat antusias dan bersemangat.

Dalam sambutannya, Bupati ‘Tetty’ Paruntu (sapaan akrab-red), mengatakan bahwa, salah satu penanganan masalah sampah adalah dengan tindakan pencegahan, yaitu mengurangi pemakaian bahan-bahan dari plastik.

” Hal ini dapat kita sosialisasikan, baik itu dalam kegiatan kerohanian ataupun kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya,” ujar Bupati Tetty.

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini, anak cucu kita atau generasi berikutnya masih dapat merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan. Udara yang segar, lingkungan yang bersih adalah cermin dari kesadaran kita.

“Mari kita bangun budaya bersih, budaya sehat. Ingatlah selalu, kita harus malu membuang sampah sembarangan,” tutup Bupati Paruntu.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, DR Fariana Prabandasari SHut  MSi, Camat Tatapaan, Hukum Tua se Kecamatan Tatapaan, Pengurus dan Anggota Kelompok Siaga Bencana Masyarakat, Posko Swara Parampuang, Jajaran Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). (nv)

(Visited 373 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *