Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara

Foto: Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE, saat menghadiri Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dari Pejabat lama, Soekowardojo, kepada Pejabat yang baru, Arbonas Hutabarat, bertempat di Kantor Perkawakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Jumat , 8 Maret 2019.


SulutPos.com, Tomohon – Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian Sekda Kota Tomohon, Ir Djoike Karouw MSi, menghadiri Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dari Pejabat lama, Soekowardojo, kepada Pejabat yang baru, Arbonas Hutabarat, bertempat di Kantor Perkawakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Jumat,  8 Maret 2019.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Riyanto, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Andrei Angouw SE, dan Jajaran Forkopimda Sulut bersama undangan lainnya.

 Asisten Perekonomian Sekda Kota Tomohon, Ir Djoike Karouw MSi (kiri, berjabat jangan)
Asisten Perekonomian Sekda Kota Tomohon, Ir Djoike Karouw MSi (kiri, berjabat jangan)

Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey SE, menyampaikan sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Daerah, BI, OJK, Perbankan, dan otoritas terkait lainnya, telah mendorong terciptanya stabilitas perekonomian yang terjaga, khususnya di Provinsi Sulut.

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulut tahun 2018 mencapai angka 6,01%, di atas pertumbuhan nasional, terutama didorong oleh peningkatan kinerja sektor transportasi dan perdagangan, seiring dengan meningkatnya sektor pariwisata,” terang Gubernur Dondokambey.

Selain itu, lanjut Dondokambey, pembangunan infrastruktur telah menjadikan lapangan usaha konstruksi sebagai salah satu faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan pada beberapa sektor ekonomi tersebut telah mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi Sulut cenderung meningkat, dengan angka kemiskinan dan rasio gini berada di bawah nasional, serta indeks pembangunan manusia berada di atas nasional.

Dari sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat di atas target, terutama pertumbuhan wisatawan mancanegara yang tumbuh rata-rata 86% selama tiga tahun terakhir.

Dalam upaya pengendalian inflasi, khususnya di Provinsi Sulut, BI mengembangkan klaster ketahanan pangan, antara lain klaster Bawang Merah dan Tomat Sayur di Minahasa, klaster cabe di Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Minahasa, serta klaster Pertanian Terpadu di Bolaang-Mongondow.

BI juga melaksanakan program pengembangan potensi ekonomi daerah berupa klaster Kopi dan Nanas di Kotamobagu. Dalam upaya mendorong investasi di Provinsi Sulut, BI bersama dengan Dinas dan Instansi terkait melakukan inisiasi pengembangan Regional Investor Relation Unit (RIRU).

Ke depan, BI akan senantiasa mengoptimalkan peran tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor Bank Indonesia di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat.

Dibagian lain, mantan kepala BI Provinsi Sulawesi Utara mengatakan, banyak kerjasama dan hal menarik yang dijumpai ketika melaksanakan tugas di Sulut,”Begitupun dengan tantangan yang harus dihadapi nanti, “kenang Soekowardojo. (nv/MR)

(Visited 295 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *