Generasi Muda Optimis Laksanakan Politik Gagasan dan Kebaikan

Sulutpos.com,Tomohon – Puluhan generasi muda Kota Tomohon optimis akan terjadi perubahan dalam wajah perpolitikan Indonesia. Termasuk, perubahan pemahaman tentang politik transaksional atau politik uang (money politic) maupun penyebaran informasi bohong (hoax). Hal tersebut terungkap dalam coffee morning sekaligus diskusi tentang politik gagasan dan kebaikan, tolak politik uang dan hoax, bertempat di Dave’s Gracia & Cafe Kelurahan Kakaskasen Satu, Kamis (11/4).

“Pasti akan ada perubahan, generasi muda masa kini harus optimis. Jika dimulai sejak sekarang, dua tiga periode yang akan datang mulai ada perubahan dalam dunia politik termasuk isu money politic,” ungkap Pengamat Sosial Politik dan Pemerintahan Boaz Wilar.

Apalagi, kata Boaz, sudah jadi kebiasaan dalam masyarakat kita bahwa kalau ada caleg yang datang pasti ada uang.

“Kebiasaan ini yang perlu dihilangkan. Kalau bisa dimulai sejak saat ini,” katanya.

Masalah politik uang dan hoax itu sangat jelas pelanggaran dan memang jelas dilarang dalam aturan.

“Jadi karena itu dilarang dan tertera dalam aturan, harusnya tidak jadi kebiasaan di masyarakat. Kalau perlu diberi pemahaman atau penjelasan mengenai ini (money politic) sehingga rakyat dapat mengerti dan merubah kebiasaan negatif tersebut,” tuturnya.

“Kemudian, mengenai hoax itu merupakan senjata paling ampuh untuk menghancurkan negara, kelompok dan golongan,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Teknologi, Informasi Digital Heri Christian mengatakan, perlu dibedakan apa itu cost politik dan money politic. Kemudian, budaya transaksional dalam politik pun perlu dipangkas.

“Kalau ada yang bilang jangan mencalonkan diri sebagai caleg jika tidak punya duit/uang, itu mitos. Jadi itu merupakan mitos yang perlu dipangkas,” tegasnya.

Sekarang, kata Heri, masyarakat perlu diajarkan agar tidak menjadi pemilih kelas rendahan. Karena kalau mau Pemilu harus dibayar dulu baru coblos.

“Jangan jadi pemilih kelas rendahan. Marilah bantu rakyat kita kenali para caleg, kenali visi misi, rekam jejak dan kualitas. Supaya tidak salah memilih,” sampainya.

Bicara tentang hoax, kata dia, orang yang dekat sama Tuhan saja bisa termakan informasi bohong. Olehnya, semua harus diproteksi dengan baik, mulai dari pemahaman tentang informasi maupun politik kebaikan,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, aturan tentang larangan politik uang dan penyebaran informasi bohong sudah ada, akan tetapi cara penyelesaiannya saja yang rumit. Makanya, generasi muda saat ini perlu memanfaatkan pesta demokrasi ini untuk membuat perubahan.

Advokat dan Pemerhati Budaya Jimmy Yosadi menegaskan, anak muda harus melakukan terobosan besar, termasuk menolak politik uang dan hoax.

“Memberantas kebiasaan/pola politik negatif harus dimulai dari satu generasi dan itu sekarang. Soal cost politic itu memang perlu tapi money politic jangan,” ungkapnya.

Selain itu, di masa-masa sekarang seharusnya kita menghadapi Pemilu dengan riang gembira dan sebagai pesta. Jangan bermusuhan dan jaga kebersamaan.

Media juga harus jadi salah satu sarana mendidik masyarakat, jangan jadi pemecah golongan dan atau menimbulkan kegaduhan.

“Semua informasi bermula dari media, baik media massa maupun media sosial. Pers merupakan salah satu pilar demokrasi di negara ini, seharusnya kualitas dan idealisme pun perlu dijaga. Jangan malah menjadi provokator,” katanya.

Sementara itu, Caleg PSI Nomor Urut 4 Dapil Minahasa dan Tomohon Audy James Kalangi (AJK) menambahkan, politik harus dikembalikan kepada esensinya yaitu melayani masyarakat dan bukan menyuap masyarakat dengan uang.

Kata AJK, butuh keberanian untuk menginisiasi gerakan menolak politik uang dan hoax.

“Saya mengedepankan politik gagasan dan kebaikan untuk masyarakat Tomohon dan Minahasa. Rakyat harus dicerdasakan dan dicerahkan dengan gagasan politik baru yang melayani,” tutupnya.( Ody)

(Visited 88 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *