Pembangunan Jembatan Keimanga – Goyo Terbengkalai, Masyarakat Andalkan Rakit

Foto: Akibat belum selesainya pembangunan Jembatan Keimanga – Goyo, masyarakat harus menggunakan Rakit sebagai sarana Transportasi untuk menyeberang.


SulutPos.com, Bolmut – Sabtu, 22 Juni 2019, bertempat di Daerah Aliran Sungai (DAS) desa Keimanga Kecamatan Bolangitang Barat, terdapat bekas pembangunan jembatan yang terbengkalai. Sampai dengan saat ini, pembangunan jembatan tersebut belum selesai.

Lei Safar, pemilik rakit
Lei Safar, pemilik rakit

Ditemui di rumahnya, Sekdes Keimanga, Istamin Paputungan, menerangkan bahwa, “Jembatan tersebut dibangun pada masa Bolmong Bersatu (sebelum Bolmut dimekarkan menjadi daerah otonom)”.

Dan katanya, “Saat apel perdana di halaman kantor Bupati Bolmut sekitar dua bulan yang lalu, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menyampaikan bahwa pembangunan jembatan sudah ditanggapi oleh pemerintah pusat”

Lei Safar, pemilik rakit duduk di pondoknya, menunggu para penumpang untuk menyeberang
Gubuk kecil milik Lei Safar.

Jalur ini merupakan jalur penghubung yang menghubungkan desa Keimanga dengan desa (Transmigrasi) Goyo. Untuk menyeberangi sungai, masyarakat hanya menggunakan fasilitas seadanya. Yaitu dengan menyewa jasa penyedia rakit yang ada di lokasi tersebut

Penggunaan Rakit sebagai alternatif, dilakukan hingga malam hari dengan menggunakan penerangan seadanya.
Penggunaan Rakit sebagai alternatif, dilakukan hingga malam hari dengan penerangan seadanya.

“Saya hanya beroperasi sampai jam 10 malam,” kata Lei Safar, pemilik rakit. Saat malam tiba, tidak ada fasilitas penerangan yang diberikan oleh pihak terkait untuk mempermudah aktivitas masyarakat di kedua desa.

Lanjutnya, “Saya menarik rakit dan memberikan jasa penyeberangan sudah lebih dari sepuluh tahun. Dari gubuk kecil itu saya menunggu warga lain yang hendak menyeberang” (Mirad)

(Visited 342 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *