Penyatuan UKIT bakal Jadi Hadiah HUT GMIM September Mendatang

( Foto cover : Atas, Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap.Bawa,Prof Dr Mezak Ratag dan Pdt.Dr.Richard Siwu)

Sulutpos.com,Ratahan – Warga Gereja Masehi Injili Minahasa ( GMIM) bakal mendapat hadiah spesial dalam Hari Ulang Tahun ( HUT) GMIM bulan September mendatang.

Hadia spesial itu datangnya dari Dua Yayasa GMIM yakni Yayasan ASR Wenas yang dipimpin Prof Dr Mezak Ratag dan Yayasa YPTK pimpinan Pdt.Dr.Richard Siwu yang bertekat kembali menyatukan Universitas Kriten Tomohon ( UKIT)setelah 13 tahun berjalan tidak searah.

” Saya mendapat mandat merealisasi penyatuan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), oleh dewan penasehat GMIM Olly Dondokambey dan ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina. Kehadiran pimpinan kedua pimpinan di bawah naungan GMIM yaitu Rektor UKIT Yayasan GMIM AZR Wenas Prof DR Mezak Ratag dan Rektor UKIT Yayasan YPTK Pdt DR Richard Siwu, diharap akan menyelesaikan permasalahan managemen yang sudah berlangsung selama 13 tahun itu. Saudara menjadi saksi sejarah. Hari ini ada kuasa Roh Kudus kita akan putuskan UKIT menjadi satu,” Kata Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap di Hadapan Ribuan Warga GMIM saat menghadiri Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke – 188 siang tadi di Lapangan Tombatu.

Merasa terpanggil dirinya untuk menyatukan UKIT kembali,selain Bupati JS Sapaan akrabnya ini sebagai Alumni UKIT, dirinyapun prihatin dengan status pendidikan anak – anak binaan UKIT ini.

“13 tahun UKIT bermasalah, ada banyak status pendidikan adik-adik dan bahkan pendeta dalam persoalan kejelasan. Maka demi kewibawaan dan kejayaan Gereja Masehi Injili di Minahasa, UKIT harus bersatu agar semua permasalahan diselesaikan,kalau ada Orang-orang farisi yang coba menghalangi akan niat baik ini mereka akan berhadapan dengan James Sumendap,” Tegasnya yang kembali disoraki para peserta.

Secara terpisah Prof Dr Mezak Ratag dan Pdt.Dr.Richard Siwu mengatakan Kedua belah pihak sepakat guna penyatuan UKIT ini.

” Ada Keinginan untuk satu,dan itu sudah berlangsung beberapa bulan dan kita sementara satukan pangkalan datanya, nantinya ketika itu disatukan maka tidak ada YPTK maupun AZR Wenas yang di tinggal,Tidak ada Mahasiswa yang dikorbankan maupun Donsen yang dikorbankan Kembali ke Visi Misi Pendidikannya GMIM,dan kita sudah minta ijin kementerian untuk penyatuan datanya.Harapannya kedepan kita akan jalan bersama – sama” Kata Prof Ratag

Menurut Ratag, yang menjadi keterlambatan adalah penyatuan pangkalan data dikarenakan sempat terpisah selama 13 tahun.

” Ijin dari kementerian sudah ada,bahkanpun dari pihak kementerian memerintahkan untuk segera menindak lanjuti,namun perlu waktu karena menyatukan data sebanyak 1700 ini yang sudah 13 tahun,dan diperkirakan ada 24 Semester yang kita verifikasi dan ini memerlukan waktu yang cukup lama,namun kita optimis akan rampung.Sebenarnya penyatuan UKIT sudah mulai namun yang pertama kita satukan adalah Dosen dan Mahasiswanya dan baru saat ini kita ke masalah penyatuan UKITnya.” Terang Ratag yang diiyakan Prof Siwu.

Sementara kerinduan penyatuan UKIT inipun datangnya dari Maria Assa yang juga mantan Dosen UKIT.

” UKIT hanya satu dan GMIM hanya satu,sudah cukup lama rasa sakit ini kita rasakan. Jadi saya senang ada kegerakan hati dan terobosan dari Alumni angkatan ke V. UKIT yakni pak James Sumendap,untuk penyatuan AZR Wenas dan YPTK,” Imbuhnya.

Adapun target untuk rampunya penyatun Universitas kebanggaan GMIM ini bakal rampung dalam Bulan September Mendatang.

” Jadi Hari Ulang Tahun GMIM nanti Permasalahan UKIT ini sudah rampung dan sudah menjadi Satu,” Pungkas Sumendap.( Ody)

(Visited 110 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *