Umbola: Penggunaan DD Dan ADD Harus Sesuai dengan Mekanisme

Foto: Kepala DPMD Boltim, Slamet R. Umbola


SulutPos.com, Boltim – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) adalah salah satu instansi terkait pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Boltim.

Kepala DPMD Boltim, Slamet R. Umbola, saat ditemui diruangannya mengatakan, tim dari kabupaten dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Drs Rusdi Gumalangit, didampingi Sekertaris Daerah (Sekda) Ir Muhammad Assegaf, bersama Instansi-instansi terkait yakni Bappeda, Inspektorat, Tata Pemerintahan, dan PMD telah turun di desa-desa wilayah kecamatan sejak Selasa tanggal 18 Juni.

“Tim turun dalam rangka melakukan monitoring evaluasi penggunaan DD dan ADD tahun 2017, 2018, dan 2019 tahap 1,” tuturnya siang tadi, Jumat (21/6/19).

Selain monitoring DD dan ADD kata Umbola, tim juga turun untuk mengevaluasi penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Tim juga lakukan evaluasi BUMDes karena sudah cukup besar dana yang digelontorkan oleh pemerintah desa. Kami akan melihat apakah pengelolaannya masih berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat atau tidak. Jangan sampai dana sudah dikeluarkan namun tidak jalan, bisa saja ada yang macet atau disalah gunakan. Inilah kita mengambil langkah untuk melakukan evaluasi,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, tim akan lakukan monitoring sesuai jadwal sampai tanggal 18 Juli 2019, “Sudah 17 desa dari 2 kecamatan yang kami evaluasi yakni kecamatan Modayag Induk 7 desa dan kecamatan Modayag 10 desa. Sejauh ini, belum ada temuan yang fatal terkait penggunaan DD dan ADD, hanya kekeliruan administrasi dan bisa segera diperbaiki. “Terkait BUMDes, bisa dikategorikan tidak ada temuan. Hanya ditemukan BUMDes yang sudah terbentuk namun belum diaktifkan lagi,” Terangnya. (IWAN).

(Visited 14 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *