Akibat Saling Senggol, Nyawa Memes Melayang di Tangan Residivis

Sulutpos.com,Tondano – Perbuatan yang disangkakan dalam kasus pembunuhan dengan pelaku RT (24) alias Aples warga Desa Amongena Kecamatan Langowan Timur pada Senin (15/07) sekitar pukul 03.00 bakal menjerat pelaku dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kabag Ops Kompol Yurike Fernanda yang didampingi Kasat Reskrim AKP Muhammad Fadly, SIK dalam press release di Aula Maesa Mapolres Minahasa, Rabu (17/7).

“Aples dikenakan pasal 338 subsider 351 dengan ancaman
maksimal 15 tahun penjara,” ujar Yurike.

Yurike pun menjelaskan, peristiwa itu bermula saat tersangka Aples yang mengendarai sepeda motor miliknya berangkat dari rumah menuju temannya. Kemudian dia bersama teman berinisial A melanjutkan perjalanan mereka dan bermaksud menghadiri pesta perkawinan di kompleks keluarga Rohendi – Asla, Desa Waleure.

” Saat tiba di pesta tersebut, Aples dan temannya yang sempat mengkonsumsi Minuman Keras (Miras), langsung berjoget, karena ada acara muda mudi. Saat berjoget, Aples dan Abdul Mahmud ( Memes) (32) warga Desa Amongena Dua, Kecamatan Langowan Timur saling senggol kemudian terjadilah adu mulut. Namun warga setempat yang ikut acara itu langsung memisahkan keduanya. Sekitar 15 memit kemudian, Aples yang merasa tersinggung juga sudah dipengaruhi alkohol langsung mendekati Korban mencabut pisau badik yang diselipkan di pinggangnya, langsung menikam korban sebanyak dua kali di bagian dada sebelah kiri dan kanan,” Papar Salah satu anggota penyidik lewat keterangan tersangka.

Akibat kejadian itu, pesta tersebut langsung kacau dan Aples langsung meninggalkan tempat kejadian dengan motornya menuju salah satu keluarganya di Desa Tempok, Kecamatan Tompaso.

Mendapatkan informasi, Polsek Langowan bersama Unit Jatanras dan Identifikasi serta Tim Resmob Polres Minahasa, langsung menuju lokasi kejadian dan langsung olah TKP.

Sekitar pukul 07.00 pagi, anggota Polsek langowan bersama Tim Resmob Polres Minahasa, langsung mencari keberadaan tersangka.

” Berkat informasi dari keluarganya, dimana Aples sedang bersembunyi di desa Tempok, kecamatan Tompaso, saat itu juga anggota Polsek Langowan bersama Tim Resmob langsung mengamankan Aples dari tempat persembunyiannya.Saat diamankan, tersangka tidak melakukan perlawanan,” terang Kabag Ops

Kasat Reskrim Fadly menambahkan, bahwa tersangka seorang ini merupakan residivis dalam kasus yang sama. “Tahun 2018 pelaku keluar dari penjara dengan kasus 351 dan 170,”tamba Fadly. (Ody)

(Visited 57 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *