Terkait Penyegelan YPTK, JS: Kalau Mau Bergaya Preman Kenapa Tidak Dari Dulu

Sulutpos.com,Ratahan – Sempat Menjadi pemediasi penyatuan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) terkait perseteruan Dua yayasan, Bupati Minahasa Tenggara ( Mitra) James Sumendap SH, Kecewa akan tindakan yang ditempuh Badan Pekerja Majelis Sinode ( BPMS) Gereja Masehi Injili Minahasa ( GMIM) yang terkesan berjiwa Preman.

Menurutnya pengambil paksaan aset GMIM yang digunakan yayasan YPTK ini pihak BPMS Dinilai tidak lagi mengutamakan kasih di dalamnya bahkan seperti ‘Kehilangan Roh Kudus’.

 “Apa yang dilakukan seperti telah ‘kehilangan Roh Kudus.’ Kalau mau bergaya preman, kenapa tidak dari dulu,” Ungkap Sumendap kepada Wartawan  (17/07)

Lanjut dikatakan bahwa yang disesalinya, kenapa disaat semua pimpinan civitas akademika dari rektor, wakil rektor, dan pengurus kedua yayasan sudah menyatakan bersatu, baru kemudian dilakukan penyegelan.

“Ini tidak masuk akal, tidak masuk dalam logika. Walau saya mendukung penyatuan UKIT, namun caranya ini yang saya tidak suka,” tukasnya.

Menurutnya, esensi penyatuan UKIT antara YPTK dan Wenas ini bukan masalah penyatuan dosen atau penyelenggara, tapi persoalan mahasiswanya.

“Esensi persoalan ini bagaimana mereka (mahasiswa,red) tidak terabaikan. Ini yang saya coba lakukan. Namun saya bersyukur karena kalau saya tidak mulai, mereka juga tidak akan mulai. Mereka sudah didinginkan lewat penyatuan,” ungkapnya.

Kendati demikian, walau caranya tidak sesuai dengan upaya yang ingin dilakukan Sumendap dalam penyatuan UKIT, dirinya berpendapat bahwa mungkin ini jalan yang terbaik.

“Walau saya mendukung, namun caranya yang saya tidak suka karena ini seperti kehilangan Roh Kudus,” pungkasnya.( Ody)

(Visited 261 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *