Terkait Status Kepemilikan Lahan, SD Negeri I Desa Sangkub II Masih Menunggu Hasil Tim Appraisal

Foto: Rabu 17/7/2019, Anak sekolah dan para guru SDN 1 Sangkub II tidak dapat menjalankan kegiatan belajar – mengajar disebabkan karena sekolah digembok oleh ahli waris.


SulutPos.com, Bolmut –  Ditemui di kediamannya, Imran Ransulengo, Sangadi Sangkub II, menerangkan bahwa tanah tersebut adalah tanah hibah yang dihibahkan sekitar tahun 70-an untuk pembangunan sekolah. Tanah yang dihibahkan itu luasnya hampir 1 hektar dan mencakup area lapangan yang ada di depan SDN 1 Sangkub II.

“Pihak sekolah telah membuat surat hibah dan telah ditandatangani oleh para ahli waris namun ada seorang dari mereka yang tidak menandatangani surat hibah tersebut. Ahli waris inilah yang kemudian menggugat tanah yang telah dihibahkan tersebut,” jelas Sangadi Ransulengo.

Kemudian dalam perkembangannya, lanjutnya, status kepemilikan atas tanah tersebut telah melalui proses hukum di Mahkamah Agung dan telah dimenangkan oleh pihak penggugat selaku ahli waris.

Terpisah, ketua LSM Penjara Bolmut, Rafik Patingki, S.H. selaku kuasa hukum dari penggugat saat dikonfirmasi terkait persoalan ini menyampaikan bahwa telah ada mediasi antara Harjun Kobandaha (penggugat) dengan pihak Pemerintah Daerah melalui Bagian Umum, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolaang Mongondow Utara.

Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa di satu pihak pemerintah daerah akan membayar biaya ganti rugi kepada penggugat setelah adanya hasil dari tim appraisal terkait taksiran harga tanah tersebut. Dan di pihak lain, penggugat bersedia membuka lahan sengketa tersebut selama satu bulan sembari menunggu pembayaran biaya ganti rugi dari pemerintah daerah.

Said Alkatiri (kiri), Kasubag Program Diknas Pemkab Bolmut
Said Alkatiri (kiri), Kasubag Program Diknas Pemkab Bolmut

Sementara itu, Said Alkatiri, Kasubag Program Diknas Pemkab Bolmut,  membenarkan hal itu. Saat dimonfirmasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolaang Mongondow Utara, menyampaikan bahwa, hasil penilaian dari tim appraisal tersebut dijadikan dasar dari pemerintah daerah untuk membayar biaya ganti rugi kepada pihak penggugat.

Terpisah, Amran Pakaya, selaku kepala sekolah SDN 1 Sangkub II menyampaikan bahwa, “Sudah selesai. Anak-anak sudah bisa bersekolah seperti biasa”. (Mirad)

(Visited 88 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *