Chat kami sekarang

KPK Pastikan Kembali Periksa Gatot Bersama Istri Mudanya

Sulutpos.com, Jakarta – KPK memastikan bakal kembali memeriksa Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Jumat (24/7). Kali ini Gatot bakal diperiksa bersama istri mudanya Evy Susanti. Keduanya bakal diperiksa untuk tersangka M Yagari Bhastara (MYB) alias Garry yang merupakan anak buah advokat senior OC Kaligis.

“Pemeriksaan itu sebagai proses pendalaman dari petunjuk yang dimiliki maupun BAP-BAP saksi yang diperiksa sebelumnya,” kata pimpinan KPK Adnan Pandu Praja, di Kantor KPK, Kamis (23/7).

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menambahkan, khusus terhadap Gatot, pemeriksaan terhadapnya merupakan tindaklanjut dari pemeriksaan yang dilakukan, Rabu (22/7) di mana Gatot telah dicecar
28 pertanyaan oleh penyidik KPK.

“Memang benar menurut informasi dari penyidik pemeriksaan Pak Gatot kemarin belum selesai jadi dalam pemeriksaan tersebut disampaikan pemeriksaan akan dilanjutkan pada Jumat, dalam kapasitas yang sama yaitu
sebagai saksi tersangka MYB,” ujarnya.

Dirinya tidak dapat memastikan adanya surat permohonan dari pihak Gatot yang meminta, penjadwalan ulang terhadap pemeriksaan Evy dengan dalih adanya urusan keluarga.

“Biar penyidik yang melihat dulu kalau dalam bentuk surat, penyidik yang menentukan apakah alasan itu layak dan patut. Saya belum dapat informasi mengenai saksi-saksi yang dipanggil termasuk respon penyidiknya,” katanya.

Sementara, politisi PKS Mustafa mengakui mengurus advokat OC Kaligis saat datang ke kantor Gatot di Sumut. Namun, dia membantah jika disebut terkait dengan perkara suap yang sekarang ini ditangani KPK.

“Ketika mereka ke Medan saya yang mengurusi tim pengacara. Termasuk OC Kaligis tetapi jarang, tidak pernah urus ‘entertaint’,” kata Mustafa, sebelum diperiksa di Kantor KPK, Kamis (23/7).

Mustafa diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Garry. Dirinya mengaku tidak paham akan kasus suap tiga hakim PTUN yang menyeret Gatot dan Evy.

“Tentang yang dipermasalahkan sekarang saya tidak tahu,” kata Mustafa yang merupakan orang dekat Gatot. Saat mendampingi pemeriksaan Gatot, penasehat hukumnya, Razman Nasution mengatakan, Evy intens memberikan uang kepada OC Kaligis untuk operasional. Uang yang diberikan dalam bentuk dolar Amerika. “Kadang US$ 5.000, US$ 10.000, dan US$ 3.000,” ujarnya.

Diketahui, tiga hakim TUN Medan yakni, Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Amir Fauzi, hakim Dermawan Ginting, dan panitera sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan diduga menerima suap dari Garry sebesar US$ 15.000 dan SGD 5.000 dari total komitmen US$ 30.000.

Suap diberikan diduga terkait kepengurusan perkara Kabiro Keuangan Ahmad Fuad Lubis di PTUN Medan. Ahmad Fuad hendak diselidiki oleh Kejati Sumut namun, upaya penyelidikannya dibatalkan oleh PTUN dengan menyatakan pemanggilan Fuad berdasar Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlidik) atas kasus dugaan korupsi Bansos dan BDB di Sumut tidak sah.

Dalam kasus tersebut KPK telah mentersangkakan enam orang yakni, Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, Dermawan Ginting, Syamsir Yusfan, Gerry, dan OC Kaligis.

Plt pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji menuturkan, pemeriksaan saksi-saksi KPK sejauh ini, termasuk yang dilakukan KPK terhadap Gatot untuk mendalami fakta-fakta terkait sumber uang suap.

“Memang ada pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut untuk pendalaman sebagai upaya menggali sumber uang suap tersebut. Kami memerlukan lebih detail bagi melengkapi alat bukti yang sudah ada,” kata Indriyanto. [E-11/N-6]

(Visited 50 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *