PM Malaysia Pertimbangkan Langkah Hukum Tanggapi Berita Koran

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, melambaikan tangan saat
menghadiri pelantikan Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, 20
Oktober 2014. AP/Mark Baker
__________________________________________________________________________________

 Sulutpos.com, Kualalumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak
memerintahkan pengacaranya mempertimbangkan langkah hukum terhadap
harian “Wall Street Journal” (WSJ), yang memberitakan dugaan korupsi
dana dari utang negara 1MDB masuk sekitar 700.000 juta dolar ke rekening
bank atas namanya.

Firma hukum Hafarizam Wan & Aisha Mubarak mengatakan sebuah
pernyataan, Rabu, bahwa karena tulisan pada pekan lalu melibatkan
beberapa pihak, mereka diperintahkan mempertimbangkan jenis tindakan,
yang akan diambil, dengan barang bukti menunjukkan persekongkolan
terhadap kliennya.
“Setelah klien kami memperoleh semua bukti, yang diperlukan, dan
kedudukan WSJ dipastikan, kami diperintahkan mengambil langkah hukum
tegas,” katanya

“Wall Street Journal” belum memenuhi permintaan Reuters untuk mendapatkan tanggapan.
Perdana Menteri Najib diperkirakan akan mengadakan rapat kabinet
rutin pada hari Rabu, ini adalah kali pertama sejak laporan WSJ memicu
krisis politik yang telah berpengaruh dalam jatuhnya nilai tukar ringgit
terhadap dolar Amerika ke posisi terendah dalam 16 tahun terakhir.

Anggota parlemen oposisi telah meminta menteri kabinet untuk mencari
penjelasan tentang tuduhan dari Najib dan memintanya untuk mengundurkan
diri hingga penyelidikan selesai. Najib membantah mengambil uang dari
1MDB atau entitas lainnya demi keuntungan pribadi. Sementara itu, 1MDB
menggambarkan tuduhan sebagai tindakan “tidak berdasar”, dan mengaku
tidak pernah menyetorkan uang untuk PM Najib.

Reuters belum melakukan verifikasi secara independen terhadap laporan
WSJ. Akun beku Sebuah gugus tugas yang menyelidiki 1MDB mengatakan pada
hari Selasa bahwa pihaknya telah membekukan sekitar satu lusin akun di
bank yang terkait dengan tuduhan korupsi, sebagai indikasi bahwa mereka
serius menindaklanjuti tudingan tersebut, namun mereka tidak menjelaskan
rekening siapa atau bank mana yang dimaksud.

Tim, yang meliputi Jaksa Agung Malaysia, Gubernur Bank Sentral
Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi dan Kepala Komisi Anti-Korupsi, juga
telah mengambil berbagai dokumen yang terkait dengan 17 rekening dari
dua bank untuk membantu proses investigasi. 1MDB, kelompok mulai dari
properti hingga energi, yang dewan penasihatnya diketuai oleh Najib,
memiliki utang sekitar 11 miliar dolar.

Bahkan sebelum berita koran WSJ, organisasi itu sedang diinvestigasi
oleh bank sentral, auditor umum, polisi dan Komite Akuntan Publik
Parlemen. Laporan Wall Street Journal, mengutip dokumen dari
penyelidikan pemerintah, mengatakan ada lima deposito yang mengalir ke
akun Najib.

Dikatakan dua transaksi transfer terbesar, senilai 620 juta dolar dan
61 juta dolar, terjadi pada tahun 2013 dari sebuah perusahaan yang
terdaftar di Kepulauan Virgin Inggris melalui bank Swiss swasta cabang
Singapura. Sementara itu, Bank Sentral Singapura, Rabu, mengaku sudah
dihubungi dengan lembaga-lembaga keuangan dalam kaitannya dengan
penyelidikan oleh pemerintah Malaysia dan akan memberikan bantuan jika
diperlukan. [Rtr/Ant/N-6]

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *