Potensi CSR Indonesia Capai Rp12 Triliun

Sulutpos.com, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana
Susana Yembise mengatakan potensi dana dari tanggung jawab sosial
perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) mencapai Rp12
triliun per tahun.

“CSR sebesar itu belum dikelola secara maksimal, sehingga ke depan
harus dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan mengembangkan
perekonomian warga setempat,” katanya saat membuka Gelar Pemberdayaan
Masyarakat Berbasis Budaya (GPMB) Expo dan Award 2015 di Jakarta
Convention Center (JCC), Kamis (30/7).

Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [Google].

Potensi sebesar itu diperhitungkan melalui perolehan sekitar 700
perusahaan, baik perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
maupun jenis perusahaan swasta.

Terkait dengan dilaksanakannya GPMB di JJC sejak 30 Juli hingga 2
Agustus tersebut, kegiatannya memiliki banyak tujuan, di antaranya untuk
mewujudkan sarana informasi dan sosialisasi penyelenggaraan
pemerintahan, koordinasi, dan sinkronisasi yang dikemas dalam
visualisasi pameran dalam mendukung Gerakan Desa.

Tujuan lainnya adalah untuk membuka ruang interaksi antar-Kementerian
dan lembaga terkait, termasuk dengan pemangku kepentingan lain seperti
pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan lembaga swadaya
masyarakat.

Dari kegiatan ini juga akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat
dari berbagai daerah, karena masing-masing daerah menampilkan produk
unggulan sehingga produk tersebut dapat dikenal secara luas.

Dalam kesempatan itu Yohana juga mengatakan berdasarkan UU Nomor 6
tahun 2014, semua desa di Indonesia kini memiliki keleluasaan dalam
memajukan desa masing-masing karena mendapat alokasi dari APBN untuk
membangun desa sesuai dengan kearifan desa.

Saat ini di Indonesia terdapat 74.093 desa. Semua desa tersebut
sekarang sudah menerima ratusan juta dari APBN dan secara bertahap akan
menerima sebesar Rp1 miliar per tahun, bahkan ada beberapa desa yang
memungkinan menerima Rp5 miliar per tahun seperti di Kabupaten Bandung,
Jabar dan Kabupaten Bengkalis, Riau, katanya.

Melalui APBN 2015, sebanyak 74.093 desa tersebut menerima anggaran
senilai Rp20,766 triliun. Apabila dibagi rata, maka setiap desa menerima
247 juta, namun pembagiannya tidak dilakukan merata karena menyesuaikan
dengan luas desa, jumlah penduduk, kawasan perbatasan, hingga letak
geografis yang terpencil.

GPMB Expo dan Award 2015 di JCC terdapat 150 gerai yang teerdiri dari
11 kementerian, 16 provinsi termasuk dari Provinsi Kalimantan Timur,
tujuh BUMN, tujuh perushaan swasta, sembilan lembaga swadaya masyarakat,
dan 100 pelaku UKM. [Ant/L-8]

(Visited 34 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *