2016 masyarakat Minahasa Wajib Tanam Bunga Hidup

Sulutpos.com, Tondano – Satu lagi kebijakan yang patut di acungi jempol dari pemerintah Kabupaten Minahasa guna penataan kota, mulai dari pekarangan sampai pada  ruangan, di mana pada tahun 2016 mendatang semuanya di wajibkan untuk menghiasinya dengan berbagai macam Bunga-bungaan Hidup, yang di haruskan berada dalam setiap ruangan perkantoran milik Pemerintah, seperti Sekolah, dan perkantoran lainya, sampai pada gedung non pemerintah diantaranya Gereja.

Keputusan yang di keluarkan ini bukan tidak beralasan, namun menurut Bupati Minahasa, Drs Janjte W Sajow, Msi, justru bisa mengairahkan masyarakat, PKK, Dharma wanita, dan Ibu-Ibu di minahasa untuk menanam bunga, serta hasilnya bisa di jual dan dapat menambah perekonomian warga.

Hal ini di katakan JWS kepada Sulutpos.com, rabu (03/09), di mana pemerintah setempat akan membiasakan warga menanam bunga dan peraturan itu wajib untuk di lakukan.

” Saya yakin jika tahun 2016 gerakan menanam bunga hidup dan gerakan menggunakan bunga hidup, di mulai secara serentak, kita akan melihat seluruh halaman rumah akan di isi oleh bunga bunga yg hidup, baik untuk penataan ruang,  meja, sudut rumah, sudut ruang tamu dan lain-lain,”Ungkap Bupati

Lebih lanjut Sajow mengatakan bahwa pemerintah Desa wajib menyisihkan sejumlah anggaran guna pemeliharaan bunga Hidup.

“Nanti di tahun 2016  Dana ADD wajib  untuk menganggarkan bunga desa ini, sehingga bunga bisa dipasarkan, dan kita akan menghitung berapa pendapatan masyarakat jika gerakan ini sukses, begitu juga dengan bunga-bunga untuk  duka di himbau gunakan bunga hidup, tidak lagi menggunakan cetakan baliho, kertas, yang akhirnya menyisahkan sampah, “Katanya.

Menurut Sajow, jika gunakan bunga hidup maka bunga tidak akan jadi sampah, sebaliknya akan sangat berguna dengan memanfaatkan daur alami, yaitu menjadi pupuk. Dengan sendirinya sudah mengurangi produksi sampah masyarakat.

” Bisa di bayangkan kalau orang meninggal seorang tokoh yang di segani, atau masyarakat yang di hormati, berapa banyak produksi sampah selesai pemakaman ? Demikian hal nya dengan bunga kertas, atau semacam itu. Ini tekad saya, mulai dari menghimbau sampai nanti 2017 wajib hukumnya,”Terang Sajow.

Di samping itupulah, Bupati mengharapkan pengusaha indutri bunga dapat menyesuaikan degan kebijakan pemerintah. “Jika bunga hidup suasana pasti akan hidup, Jika bunga palsu, nanti setiap acara bunga bunga penuh dengan kepalsuan, ” Pungkasnya sambil tersenyum.[Odywaseng]

(Visited 43 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *