Chat kami sekarang

SE Kapolri Cegah Disharmoni Sosial

Sulutpos.com, Jakarta – Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto
menilai Surat Edaran (SE) Kapolri sangat dibutuhkan untuk mencegah
disharmoni sosial.

Foto : Nico Harjanto. [Google]

Menurutnya, disharmoni sosial dapat berujung pada konflik-konflik
horisontal karena ulah orang-orang tidak bertanggung jawab dalam
menggunakan kebebasan berpendapat dan berekspresi.

“Di negara demokrasi sekalipun, hate speech adalah kejahatan, bahkan
untuk hate speech yang terkait rasisme seperti antisemitisme (anti ras
dan agama Yahudi) ditegakkan secara ketat karena selama ini ujaran
kebencian yang menyebar telah menyebabkan tragedi kemanusiaan yang luar
biasa,” ujar Nico di Jakarta, Kamis (05/11).

Nico juga mengungkapkan bahwa di Indonesia yang sedang mengalami
euforia dengan media sosial tentu perlu pengaturan ujaran kebencian ini.
Hal ini dilakukan agar ungkapan dan faham kebencian itu tidak
memprovokasi pihak-pihak tertentu yang dapat menyebabkan konflik atau
menimbulkan kecurigaan antar kelompok yang mengarah pada ketegangan
sosial.

“SE Kapolri tersebut juga bagus untuk mencegah penyalahgunaan
simbol-simbol agama, tradisi, sosial, negara, dan klaim kelompok untuk
menyerang, mendiskreditkan, maupun merusak kebebasan pihak lain, apalagi
institusi-institusi resmi yang harus dijaga eksistensinya,” jelas Nico.

Lebih lanjut, Nico mengatakan bahwa SE Kapolri tersebut bukan bentuk
pemberangusan terhadap kritik. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara
kritik berdasarkan reasoning dan perasaan dengan ungkapan kebencian
yang berdasarkan prejudice, stereotyping, ignoransi.

“Ungkapan kebencian juga mencakup niatan untuk insinuasi dan
melakukan pembunuhan karakter terhadap institusi maupun tokoh tertentu
yang belum terbukti bersalah,” pungkasnya. [YUS/SP//L-8]

(Visited 43 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *