Chat kami sekarang

Waspada Inventasi Bodong

Sulutpos.com, Surabaya – Dinamika investasi, perputaran  arus barang dan jasa dewasa ini begitu cepat dan banyak menarik partisipasi dan minat masyarakat terhadap investasi yang kian meningkat dan bermuara pada penawaran investasi bermasalah alias investasi Bodong masih terus marak.

Hal ini diakui oleh Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dr Kusumaningtuti S Soetiono SH LLM, saat memberikan materi peran Pemerintah Daerah dalam Pengawasan Investasi Ilegal yang bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya Kamis 19/11/15.

Seperti yang tertuang dalam dalam pengaduan Masyarakat sejal 2013 hingga saat ini yang mencapai angka tiga ribuan pengaduan masyarakat terkait kasus investasi “Bodong”maupun sengketa Industri keuangan.

Yang pada awal-awalnya menawarkan dan menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda dan aman dengan menunjukkan Surat Izin Usaha untuk mempengaruhi minat investasi publik. Sebab izin usaha bukanlah merupakan salasatu instrument yang menjamin keamanan investasi anda.

Adapun skema piramida penipuan yang didasarkan pada perekrutan sejumlah investor dimana promotor awal  atau orang –orang di puncak piramida merekrut investor dan nantinya investor yang direkrut juga akan membawa banyak investor lain yang mungkin atau tidak menjual produk. Dimana skema ini akan runtuh ketika tidak berhasil menarik investor baru.

Kasubag Humas Djufry Rorong S Sos yang mengikuti pemaparan ini memberikan contoh-contoh konkrit investasi Bodong dengan total dana nasabah yang tersangkut di berbagai investasi bodong ataupun investasi.

“Yang masuk kategori mencurigakan diantaranya Asian Gold Concept Rp13,5 M, GBI Rp.1,2 T, DBS Rp.95 M,Primaz Rp.3 T, Raihan Jewellery Rp.400 M, Lautan Emas Mulia Rp.618,4M dan Cipaganti Rp.3,2 T,” Kata Rorong.

Oleh Karena itu, peran Pemerintah Kota melalui Humas akan terus mengingatkan kepada seluruh komponen masyarakat agar selalu waspada akan tawaran-tawaran investasi yang menggiurkan, tetapi pada akhirnya merugikan masyarakat atau nasabah.

Kusumaningtuti mengatakan bahwa penyampaian informasi dan pesan yang mengedukasi masyarakat dengan mengingatkan cara-cara menghidari Investasi bodong yakni: Sebelum berinvestasi di perusahan multi-level marketing, cari tahu informasi mengenai perusahan, karyawan dan produknya. Minta Salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahan.

” Perhatikan pula bahwa semakin besar keuntungan yang diimingi, semain besar resiko kerugian yang akan anda
alami, hindari promotor yang tidak dapat menjelaskan secara jelas rencana bisnis perusahan, cari tahu permintaan untuk produk sejenis di pasaran,” Jelas Kusumaningtuti.

Bagi seluruh masyarakat juga, lanjutnya, dihimbau untuk mampu memilih dan memanfaatkan produk jasa keuangan. Selanjutnya masyarakat harus memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan baik dan terhindar dari aktivitas invastasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas serta dapatkan pemahaman mengenai manfaat resiko produk dan jasa keuangan.

” Manfaatkan salah satu strategi Nasional yaitu Literasi keuangan yang adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan dan keterampilan konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik,” Ungkapnya.[Stenly pondaag]

(Visited 71 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *