RUU Larangan Minuman Beralkohol Diharapkan Tak Berdampak Buruk Bagi Petani Aren di Minsel

Sulutpos.com, Amurang – Rancangan Undang-undang mengenai minuman beralkohol yang sementara digodok pemerintah pusat, diharapkan tidak akan membawa dampak buruk bagi para petani aren di Minahasa Selatan.

Beberapa petani cap tikus di Minahasa Selatan bagian atas (Minsela), mengharapkan mata pencaharian mereka tidak akan terpengaruh dengan akan diterbitkannya Undang-undang tersebut. Menurut mereka, usaha tersebut sudah turun temurun, bahkan dengan usaha tersebut, mereka mampu memenuhi kehidupan keluarga, mulai dari menyekolahkan anak, hingga memiliki rumah. Untuk itu rancangan undang-undang tersebut kiranya dilakukan kajian mendalam.

Diketahui rancangan Undang-undang larangan minuman beralkohol mulai disosialisasikan DPR-RI, sebagaimana Rabu 2 Maret kemarin telah diundang beberapa Bupati di Sulut termasuk Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu,SE serta unsur Forum Pimpinan Daerah melalui pertemuan yang dilaksanakan di Gedung DPR-RI.

Dalam kesempatannya Bupati Tetty Paruntu turut memaparkan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan nasib para petani aren di Minsel pada pertemuan tersebut. (Andre Dotz)

(Visited 882 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *