Chat kami sekarang

Penagihan 15 Juta Untuk Bimtek Kumtua Dipertanyakan

Sulutpos.com ,Amurang – Beberapa Hukum Tua (Kumtua) Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mempertanyakan pemotongan atau penagihan biaya Bimbingan Teknis (Bimtek) sebesar 15 Juta untuk setiap Kumtua yang dilakukan oleh pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Pasalnya penagihan yang dilakukan, tidak menyertakan perincian untuk anggaran tersebut, melainkan hanya berupa tandatangan penyetoran dari para kumtua.

Menurut Kumtua Ongkaw Satu Hans Wowor, bahwa usai menerima Alokasi Dana Desa (ADD) pekan lalu, dirinya langsung menyetorkan uang sebesar 15 juta untuk Bimtek, sebagaimana permintaan pihak BPMPD Minsel. Namun demikian, dirinya merasa bingung karena penyetoran tersebut hanya diberikan sebuah daftar untuk tanda tangan penyetoran, “Sementara mengenai detail peruntukan anggaran tersebut tidak diketahui dengan pasti,” katanya.

Dibagian lain, Kumtua Talaitad Ventje Mangindaan mengatakan, bahwa meski telah menerima ADD, namun pihaknya belum menyetor biaya untuk Bimtek tersebut. Mangindaan menyatakan tidak setuju dengan cara pemotongan atau penagihan dengan cara tersebut, karena tidak menyertakan perincian penggunaan anggarannya. Baginya menyangkut pengelolaan APBDes, sepenuhnya kewenangan pihak desa.

Sementara itu Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas ketika dikonfirmasi membantah jika dikatakan bahwa pihaknya melakukan pemotongan ADD untuk pelaksanaan Bimtek. Lumingkewas mengungkapkan bahwa dana 15 juta tersebut disetor sendiri para kumtua ke pihaknya untuk pelaksanaan Bimtek.

Dalam hal ini BPMPD hanya mengfasilitasi, mulai dari tiket pesawat, biaya narasumber, akomodasi selama pelaksanaan Bimtek. Yang penting disini dana tersebut telah dianggarkan setiap desa, dan pastinya pihaknya menjamin pertanggung jawabannya,” ungkap Lumingkewas.

Lumingkewas menambahkan, bahwa tempat pelaksanaan Bimtek Kumtua se Minsel direncanakan dilaksanakan di Balai Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Malang. Adapun keberangkatan para Kumtua ini akan dilakukan dua kloter mulai awal Juni mendatang.

Dibagian lain ketika disinggung terkait adanya informasi yang menyatakan bahwa usai Bimtek di Malang para rombongan Kumtua ini akan melanjutkan perjalanan ke Thailand, Lumingkewas menyatakan bahwa hal tersebut tinggal menunggu kesepakatan dengan para Kumtua yang akan berangkat. (Andre Dotz)

(Visited 599 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *