Chat kami sekarang

Diduga Bangunan Tidak Sesuai Spek, Polres Minahasa Lidik Pembuatan Embung Di Tiga Kecamatan

Sulutpos.com, Tondano -Sejumlah Proyek pembangunan yang ada di Kabupaten minahasa Kini sudah mulai di lidik Hasil pengerjaanya oleh Kepolisian Resort Minahasa Di karenakan dugaan adanya penyelewenan anggaran dalam setiap pembangunanya.

Dan  yang menjadi sasaran pihak penegak hukum kali ini adalah Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Minahasa yang di dalamya terdapat Pembangunan Embung di Tiga Desa yakni Desa Wasian Kecamatan Kakas Barat, Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Dan Ranowangko Kecamatan Tombariri dengan mengunakan Dana Alokasi Kusus Tahun 2015 lalu.

” Kita Sementara melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus tersebut, dan akan melakukan Ekspos di BPKP SULUT besok ( selasa) untuk melakukan koordinasi audit insfestigatif, agar bisa mendapat total kerugian Negara” ujar Syamsubair SIK selaku Kapolres Minahasa saat di konfermasi Wartawan pada Senin (18/07) di ruang kerjanya.

lebih lanjut di jelaskannya tiga pembangunan Embung yang ada di Tiga Desa dan Tiga Kecamatan ini menjadi sasaran penyelidikan karena pengerjaan yang tidak sesuai Spek pengerjaanya.

“Pembangunan Embung di tiga desa tersebut memakan biaya mencapai Rp 600 juta dan yang menjadi indikasi adalah tidak sesuainya volume pekerjaan fisik dengan nilai kontrak kerja,” ujarnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut pihak Polres telah mengambil langka dengan meminta keterangan dari sembilan orang seperti ahli teknis bangunan, kontraktor, panitia, dan pejabat pelaksana kegiatan.

“Memang dari hasil keterangan ahli bangunan juga bahwa bangunan tersebut tidak sesuai dengan volume pekerjaan, sebab bangunannya pecah, pokonya ada indikasi korupsi,” terangnya.

Dan terkait adanya indikasi penyelewegan anggaran, Pihaknya yakin bahwa sesuai keterangan yang di dapati telah jelas ada penyala gunaannya dan menjurus ke  tindak pidana korupsi, ” Memang sudah ada indikasinya,” tegasnya, namun Pihak polres sendiri masih sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil audit BPKP untuk mengetahui kerugian Negara.(Ody)

(Visited 1.084 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *