Chat kami sekarang

Warga Keluhkan Cara Penarikan Kendaraan oleh Oknum Pegawai PT Adira

Sulutpos.com, Manado – Willem Taroreh, warga Pineleng I Jaga I, mendatangi kantor PT. Adira Cabang Manado Jalan Ahmad Yanni, untuk mengeluhkan perlakuan dari beberapa oknum yang mengaku dari PT Adira atas cara penarikan kendaraan bermotor roda dua, terhadap Aldo Kapele (15 tahun).(27/9)

Taroreh menyesalkan cara penarikan tersebut. Hal ini dikarenakan kendaraan tersebut yang dikendarai oleh Aldo Kapele (15 tahun, cucu dari pengadu), dicegat dan diambil secara paksa oleh oknum-oknum tersebut ketika hendak kembali ke rumah, setelah selesai membeli sesuatu di Indomaret.

Menurut pengakuan Aldo sendiri, secara kasar mereka merampas kunci yang digantung di motor sebelum menyalakan mesin motor.

Aldo juga menambahkan, setelah merampas kunci motor, ketiga oknum tersebut dengan perangai yang garang menyuruh Aldo naik ke motor berboncengan dengan  salah satu oknum tersebut, ikut bersama mereka kearah Menado.

‘’Waktu masih diparkiran, depan Indomaret, saya sudah mengatakan ke mereka untuk memberitahukan dulu kepada Opa saya (Willem Taroreh) dirumah, karena kedua orang tua saya sudah meninggal, tapi mereka melarang saya dan memaksa untuk naik di motor bersama mereka,’’ terang Aldo.

Tiba di kantor Adira, saya disuruh menanda-tangani surat penyerahan kendaraan tersebut oleh ketiga oknum dari PT. Adira, ” Selesai menandatangani itu, saya disuruh pulang sendiri,’’ tambah Aldo.

Sehubungan dengan hal diatas, Willem Taroreh sebagai Opa sekaligus pengasuh dari Aldo, mengeluhkan cara dari ketiga oknum yang mengaku dari PT Adira yang terkesan diskriminatif.

“Saya sebagai orang tua asuh menyesalkan tindakan mereka (oknum tersebut). Ini bukan lagi soal motor yang ditarik, tapi bagaimana dengan keamanan dari cucu saya. Jika terjadi sesuatu, siapa yang akan bertanggung jawab ? apa kami tidak ada lagi UU Perlindungan Konsumen ?, ” keluh Taroreh.

Sekedar informasi, motor yang ditarik yang dikendarai oleh Aldo, adalah motor dari Ibunya(kreditur) yang telah meninggal pada bulan Februari 2015.

Sebelum berita ini dipublikasikan, media ini sudah melakukan klarifikasi terkait penarikan kendaraan itu, termasuk cara penarikan dari ketiga oknum tersebut. Hanya saja, pada akhir wawancara dengan seorang pegawai yang mengaku sebagai Recovery Area untuk penanganan tunggakan, justru balik mengancam wartawan yang menanyakan nama jelasnya.[Maxi Rompas]

(Visited 749 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *