Petani Minahasa Keluhkan Kelangkaan Pupuk, Ini Jawaban PT Petrokimia Gersik

Sulutpos.com, Tondano – Setelah menunggu sekian lama, akhirnya petani Minahasa  bisa mengirup udara segar, terkebih  dalam mengimpikan tuntasnya permasalahan kekurangan Pupuk bersubsidi dari Perintah yang ternyata tidak terealisasi dengan benar bukan saja dalam segi pendistribusian dari pihak Distributor, namun dengan langkahnya jenis barang ini saat para petani memerlukanya.

Namun Perusahaan penyedia pupuk, PT Petrokimia Gresik, berjanji segera mengatasi kelangkaan pupuk di daerah ini dan sebagai Langkah awalnya, Petrokimia segera mengganti distributor pupuk di Wilayah penyaluranya.

Hal tersebut terkuak saat Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Minahasa menghearingnya di ruang Sidang pada jumat (21/10) dengan di pimpin Denny Kalangi selaku ketua komisi II, di depan para petani, juga pengecer pupuk, serta perusahan pupuk, PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia, Distanakbun Minahasa, Bagian Perekonomian walaupun di sayangkan pihak distributornya tidak ada yang hadir.

Dalam dengar pendapat itu, Pihak petani dan pengecer mengatakan bahwa mereka mempunyai uang guna membeli ke distributor Duta Bangunan, namun sangat di sayangkan saat uangnya di berikan, Pupuknya tidak kunjung datang, dan kalupun datang sudah terlambat, atau dalam jumlah yang tidak sesuai atau kurang, dan masalah inilah yang menjadikan pengecer terlambat menyalurkanya ke petani apalagi pupuk yang bersubsidi.

“Soal uang kami ada, kalupun saat ini pupuknya ada, saat ini juga pasti kami bayar, namun jika lewat distributor sekarang kami waswas, lantaran terlambat datang atau bahkan biasanya pupuk yang datang kurang, padahal kami sudah bayar untuk kuota penuh sebab ini masalah uang juga, namun saat ini sudah empat bulan pupuk susah di dapati ” kata Donny, petani sekaligus pengecer.

Permasalahan yang dialami oleh petani adalah kelangkaan terhadap pupuk SP 36 dan Phonska juga beberapa jenis pupuk lain di wilayah Langowan Raya, Tompaso, Kawangkoan dan Kakas.

Namun di kesempatan itu Subagyo, Bidang Pemasaran Pupuk PT Petrokimia Gresik di Sulut menjelaskan, bahwa sebenarnya stok pupuk di perusahaan ada, namun dalam menyalurkanya harus lewat Distributor.

“Mendengar penjelasan dari petani dan pengecer tadi ternyata masalahnya ada di distributor, saat menerima uang dari pengecer, distributor tidak langsung melakukan permintaan online semuanya, mungkin lantaran uangnya sudah terpakai sebagian, sehingga pupuk yang diberikan ke pengecer kurang,” terangnya.

Sehingga dalam rapat tersebut, dia memutuskan untuk mengganti distributornya, “Distributornya saya ganti, karena kita perusahaan berhak untuk melakukan pemutusan kontrak sepihak, namun memang membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab ada proses yang harus dilalui,” jelasnya.

Menunggu proses penggantian, untuk memenuhi kebutuhan pupuk dari pengecer akan langsung ke perusahaan, namun tetap menggunakan sistem dari distributor lama.

“Nanti pengecer menyerahkan uang dan dipesan secara online ke perusahaan, namun akan diawasi oleh perusahaan langsung, supaya uang pengecer semuanya sampai ke perusahaan dan perusahaan menyalurkan pupuk sesuai dengan permintaan, dua hari kedepan sudah bisa ada pupuk ” terangnya.

Perusahaan PT Petrokimia pun menerangkan yang dipercayakan menyalurkan pupuk bersubsidi jenis ZA, Phonska, dan SP 36 oleh pemerintah hanya menyalurkan sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan oleh SK Menteri, SK Pemerintah Provinsi, SK alokasi dari Bupati, dan berdasarkan RDK.

Selain itu, menurutnya, yang perlu ditangani adalah pengecer, sejauh ini di beberapa tempat pengecernya sudah melebihi kuota, idealnya satu kecamatan dua pengecer. “Seperti di Tompaso, pengecernya ada 13, sementara kuota per tahun hanya 100 ton ya jelas tidak berimbang,” jelas dia.

Ia juga berharap, bisa mendapatkan distributor penggantin warga asli Minahasa,
“Kalau ada ya silakan rekomendasikan, supaya kami lakukan penilaian apakah sesuai atau tidak,” jelas dia. Ia menambahkan, sementara mencari lahan juga untuk membangun gudang di Minahasa, supaya lebih mudah menyalurkan pupuk “Sejauh ini gudang kita berada di Bitung, Minsel, dan Kotamobagu,” ungkapnya.( Ody)

(Visited 362 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *