Chat kami sekarang

Kolaborasi antara Teknologi dan Teologi demi Peningkatan kesejahteraan Rakyat

Foto Cover : Kegiatan Pelatihan Teknis Budaya, Pendampingan Lapangan, dan Pemasaran Agribisnis, Perikanan, Peternakan Warga GMIM (angkatan ke-7) Program ‘Dari Sahabat untuk Sahabat’ tahun 2017, Tomohon, (28/4).


SulutPos.com, Tomohon – Walaupun dalam Sinode GMIM sudah ada program untuk pemberdayaan ekonomi bagi warga jemaat/ Gereja, akan tetapi, dibuat lagi suatu sistem kerjasama dengan teknologi oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) ” Sahabat Tani” dan dukungan dana dari Bank BRI lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang pada tahun ini bunganya sekitar 7%.

Hal ini dikatakan oleh Denny Sambow, selaku Sekretaris Departemen Bidang Pengembangan Sumber daya (PSD) Sinode GMIM. Kepada SulutPos.com, Sambow menjelaskan bahwa, dengan kerpercayaan kepada warga jemaat, BRI menyediakan dana, akan tetapi untuk mem-Back-up pengembalian Kredit, harus melalui Pelatihan.

Pelatiahan P4S.
Dari kiri ke kanan: Deny Sambow (Sekretaris Departemen Bidang Pengembangan Sumber daya (PSD) Sinode GMIM), Ir Jefry Jany A H Lasut SP, selaku Direktur P4S ‘Sahabat Tani’ Tomohon, Marten J Kalalo (Bidang Pemasaran dan STA).

“Kegiatan Pelatihan ini akan mendapatkan Sertifikat, Pelatihan selama tiga hari. Mereka yang akan ikut latihan, sebelumnya harus di BI-Checking terlebih dahulu, jika tidak bermasalah dengan perbankan (Blacklist), akan difasilitasi dan dipanggil untuk ikut Latihan,” papar Sambow.

Yang ikut latihan, lanjutnya, memiliki peluang untuk mendapatkan Fasilitas Kredit. Nantinya, akan didampingi dari sisi Budidaya. Sementara untuk Pencairannya hanya sekitar 40% dari total Kredit.

“Dana tersebut diperuntukan dilahan usaha, baik itu untuk pertanian, perikanan, maupun peternakan. Bukan untuk tujuan/tempat yang lain,” jelas Sambow.

Terpisah, Ir Jefry Jany A H Lasut SP, selaku Direktur P4S ‘Sahabat Tani’ Tomohon, menjelaskan bahwa Program Pelatihan ini adalah yang ketujuh kalinya dilaksanakan.

Menurut Lasut, ada tiga lembaga yang melaksanakan program ini. Pertama, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang bermitra dengan Kementerian Pertanian. Kedua, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang bermitra dengan Kementerian Tenaga Kerja. Ketiga, Lembaga Kursus dan Pelatiahan yang bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Terkait dengan Program KUR, yang ditonjolkan adalah P4S. Sejak tahun 1998 sudah ada sekitar 2000 magang diluar Pelatiahan Reguler ini yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Lasut.

Sedangkan untuk Program Pelatihan KUR angkatan ketujuh, yang bekerjasama dengan Sinode, lanjut Lasut, pesertanya sekitar 130 orang.

“Nama program pelatihan ini adalah “Dari Sahabat untuk Sahabat”, baik Sinode (Sosialisasi), ataupun Bank (Dana). Begitu juga Asuransi, setiap peserta mendapatkan Asuransi. kita semua adalah Mitra. Kita punya peran masing-masing, mulai dari Melatih Kompetensi Peserta, Sifat dan Teknologi Budayanya, sampai regulasi keuangan,” papar Lasut. (Maxi Rompas)

(Visited 358 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *