Chat kami sekarang

Satu Prestasi lagi, Minahasa Peringkat Pertama Daerah Berkinerja Terbaik Regional l

( Foto cover : Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow MSi) 

Sulutpos.com, Sidoarjo – Kabupaten Minahasa kembali mengukir satu prestasi lagi di kancah nasional dan untuk pertama kalinya dibawah kepemimpinan Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Kabupaten Minahasa yang satu – satunya di Sulut berhasil masuk sebagai nominasi daerah berkinerja terbaik Regional I, bersama 10 Kabupaten dan 10 Kota serta 3 Provinsi lainnya se-Indonesia.

Kriteria daerah berkinerja terbaik ini didasarkan pada hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) atas hasil Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) setiap tahunnya yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Otonomi Daerah.

Berkenaan dengan prestasi tersebut, Kabupaten Minahasa bersama 23 daerah nominasi lainnya terundang untuk menghadiri acara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXI Tahun 2017 yang dipusatkan di Alun-Alun Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/4) kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jeffry Korengkeng yang hadir mewakili Bupati pada acara tersebut mengaku bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Minahasa ini.

“Prestasi ini berkat dukungan seluruh elemen masyarakat dan segenap aparatur daerah. Tentu ini juga akan menjadi motivasi bagi Pemkab Minahasa untuk semakin meningkatkan kinerja ditahun-tahun yang akan datang,” ungkap Korengkeng.

Adapun Peringatan Hari Otda tahun ini mengambil tema “Dengan Semangat Otonomi Daerah, Kita Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik Melalui E-Government”. Sedangkan tujuan penyelenggaraan acara ini, menurut Ditjen Otda Kemendagri RI, Soemarsono, yaitu sebagai momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan otonomi daerah di setiap daerah otonom, yang meliputi provinsi, kabupaten, dan kota.

“Tiap tahun dilakukan EKPPD berdasarkan LPPD, dimana pada tahun 2016 lalu ada sebanyak 524 daerah otonom yang telah menyampaikan LPPD Tahun 2015. Sementara 18 daerah lainnya yang terdiri dari 1 provinsi dan 17 kabupaten belum wajib menyampaikan LPPD karena masih merupakan daerah otonom baru,” urai Soemarsono saat menyampaikan laporan.

Dirinya pun berharap momentum ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, serta pembangunan kehidupan demokrasi, “Juga mempertegas visi dan misi pemerintahan daerahnya berdasarkan perkembangan dan kebutuhan masyarakat dan memantapkan pelaksanaan otda disetiap tingkatan pemerintahan mulai dari pusat dan daerah,” lanjutnya.

Sementara Menkopolhukam RI Jenderal (Purn) Wiranto yang mewakili Presiden RI Joko Widodo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik yang prima untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Fokus pembangunan yaitu pada peningkatan kesejahteraan warga. Pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan menggunakan dana pemerintah juga menggalang keterlibatan swasta dengan mempermudah layanan perizinan satu pintu dan stabilitas Polhukam,” jelas Wiranto sambil menekankan keberpihakan pemerintah pada peningkatan pendapatan keluarga miskin dengan menghidupkan pusat pasar tradisional di daerah-daerah. ( Ody)

(Visited 140 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *