GAMKI Sulut Ingatkan Komitmen Berindonesia Dukung Langkah Pemerintah Bubarkan HTI

( Foto cover : Pengurus GAMKI Sulut bersa peserta dalam dialog relasi Agama, Budaya dan Demokrasi dan Prakteknya dalam Kehidupan Berbangsa dan Bergereja)

Sulutpos. com, Tondano – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia ( GAMKI) Sulut sebagai bagian dari elemen bangsa menyikapi situasi kebangsaan terkini yang terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia menilai komitmen berIndonesia sebagai negara yang dibangun dengan konsensus bersama sebagai negara yang majemuk atau pluralistik dari perspektif Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA), mulai dikhianati oleh berbagai elemen bangsa dengan menonjolkan sikap intoleransi, radikalisme dan anti Pancasila.

Karena itu GAMKI Sulut berharap setiap elemen bangsa mengingat kembali komitmen berindonesia dalam bingkai Pancasila sebagai perekat keindonesiaan dengan semboyan bhineka tunggal ika.

Terkait rencana pemerintah memproses hukum Pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) maka GAMKI sulut menilai langkah pemerintah tersebut adalah langkah tepat. Pemerintah harus menunjukan ketegasannya untuk mempertahankan tetap utuhnya Pancasila sebagai fondasi bernegara. Prinsip dan praktek bernegara yang bertentangan dengan nilai Pancasila haruslah ditentang dan diambil langkah tegas.
GAMKI Sulut mendukung langkah tegas pemerintah untuk membubatkan HTI.

GAMKI menilai dalam kehidupan berbangsa yang pluralistik tidak ada tempat bagi kelompok yang dengan dalih syiar agama hendak merubah tatanan berbangsa dengan memaksakan prinsip tatanan bernegara yang dianut agama atau kelompok tertentu.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi berbangsa, GAMKI sulut akhir pekan lalu menggelar dialog “relasi Agama, Budaya dan Demokrasi dan Prakteknya dalam Kehidupan Berbangsa dan Bergereja” dengan materi pengantar disampaikan Pdt DR Richard Siwu, Drs Jeremia Damongilala, DR Ivan Kaunang.

Dari diskusi tersebut, DPD GAMKI Sulut Dibawah pimpinan Meidy Yafet Tunangon SSi,  MSi, Sebagai Ketua DPD serta Billy Kawuwung selaku Sekretaris, menghimbau dan merangkum pemikiran-pemikiran melalui pokok pikiran:

Pertama, dari perspektif kekristenan posisi GAMKI jelas bahwa umat Kristen nenghargai keberagaman dan saling menghargai dan mengasihi sesama manusia. Dalam konteks ber Indonesia, GAMKI berpendapat bahwa wajib hukumnya bagi setiap warga gereja untuk menghargai hak beragama umat non Kristen, dan adalah sebuah kesukacitaan jika antara sesama manusia yang berbeda agama bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai.
Kedua, GAMKI menilai agama sering menjadi korban eksploitasi elit untuk kepentingan politik semata. Eksploitasi elit terhadap isu agama bahkan SARA pada akhirnya menstimulus sikap intoleransi bahkan radikalisme atas nama agama atau kultur. Padahal baik agama maupun politik punya maksud mulia untuk mensejahterakan umat dan masyarakat dalam tatanan dunia yang penuh damai sejahtera atau syaloom.

Ketiga, Karena itu, GAMKI meminta elit politik, elit agama, dan elit ekonomi untuk menghentikan praktik praktik eksploitatif terhadap agama untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok demi keutuhan negara Republik Indonesia yang majemuk. ( Ody)

(Visited 110 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *