Ini Alasan Anak Wajib Berusia Tujuh Tahun Masuk Sekolah Dasar

Foto cover : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Drs Arody Tangkere MAP.


Sulutpos.com, Tondano – Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa terapkan peraturan masuknya anak didik di Sekolah Dasar (SD), yang aturannya minimal berusia 7 tahun, sesuai Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 17 tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat,

Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Drs Arody A Tangkere MAP, kepada wartawan pada Jumat (16/06).

“Sesuai Permen nomor 17 tahun 2017 ini dijelaskan juga mengenai usia minimum masuk SD. Calon peserta didik yang akan diterima adalah mereka yang sudah berusia 7 tahun,” tukasnya.

Namun demikian, bagi anak usia enam tahun terhitung 1 Juli, masih dimungkinkan diterima, akan tetapi harus disertai rekomendasi dari psikolog.

“Kalau siswa masuk SD belum sesuai degan umur yang ditetapkan, sistem data pusat tidak akan menerima atau merekam, sehingga anak tersebut tidak tercatat dan mendapatkan nomor induk siswa nasional, terkecuali usia 6 tahun per 1 Juli tetapi memenuhi syarat dimaksud,” ungkapnya.

Lebih lanjut di jelaskanya, ada beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan 7 tahun dan minimal 6 tahun dengan catatan, yakni mengenai aspek fisik, dimana pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Menurutnya, untuk memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa.

“Anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih bermasalah, khususnya di kelas satu, karena ia belum siap untuk belajar berkonsentrasi, meskipun secara kemampuan intelektualnya dia sudah cukup mampu menyelesaikan soal-soal yang disediakan, walau Umumnya anak yang terlalu dini masuk SD memang cukup matang secara akademik. Namun biasanya kematangan emosi dan kemandiriannya belum maksimal. Padahal di jenjang SD anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Ia diharapkan lebih mandiri dan juga tidak lagi terlalu tergantung pada orang tuanya, “pungkasnya.

Berikut penggalan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nomor 17 tahun 2017, BAB III TATA CARA PPDB, Bagian Kedua – Persyaratan:

Pasal 4
Persyaratan calon peserta didik baru pada TK adalah:
a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan
b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

Pasal 5
(1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat:
a. calon peserta didik baru yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib diterima sebagai peserta didik; dan
b. calon peserta didik baru berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan

(2) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa atau kesiapan belajar dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

(3) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah.

(4) Ketentuan pada ayat (2) dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan batas daya tampungnya berdasarkan ketentuan rombongan belajar dalam Peraturan Menteri.

(Visited 450 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *