Chat kami sekarang

Puluhan SatPol PP Pemkab Minahasa Tertibkan Pasar Kawangkoan

( Foto cover : Bangunan kios milik pedagang yang di bongkar SatPol PP) 

Sulutpos.com, Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa ( Pemkab) Kerahkan puluhan personil SatPol PP membongkar lapak para pedagang yang ada di pasar Kawangkoan Kecamatan Kawangkoan pada Selasa ( 08/09 ) tadi.

Penertiban  lapak serta pertokoan pedagang yang dianggap tidak berijin ini dan sudah memakan badan jalan serta menyalahi aturan namunpun sebelumnya sudah dibangunkan tempat berjualan yang baru dan disediakan pihak pemerintah.

Dari pantauan wartawan Sulutpos.com dilokasi pasar tersebut terlihat para Satpol PP membongkar secara paksa lapak – lapak ini saat pedagang tidak mau membongkarnya, namun banyak pula pedagang yang dengan sedirinya membongkar lapak dan warung mereka dengan dibantu para SatPol PP.

Terdengar keluhan sejumlah pedagan yang walaupu sebelumnya telah diberikan batas waktu oleh pemerintah kabupaten namun dalam pembongkaran itu seakan tidak rela untuk meninggalkan tempat jualan yang pertama.

” Waktu lalu diumumkan batas pembongkaran selasa mendatang dimana komitmen pemerintah, pembongkaran tak masalah namun komitmen ini dilanggar mereka sendiri, apalagi saat melihat lapak yang disediakan untuk kami berjualan dibuat asal jadi dengan mengunakan bahan kayu yang mudah rapu serta ukuran lapak yang sangat sempit dan dijual mahal,  begitupun jumlah lapak ini sangat sedikit, kami para pedagang banyak, ” ujar Bastian penjual sembako yang sudah 25 tahun berjualan di pasar ini.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Ventje Mawuntu yang rumahnya bertepatan berada di dekat Pasar kawangkoan ini kepada wartawan mengatakan awalnya pedagang sangat bangga dengan dibangunya bangunan baru tetapi mempunyai kendala karena mereka harus membayar saat pindah dilapak yang yang disediakan bahkan nominalpun sangat mahal.

” Awalnya pedagang bangga karena pasar kawangkoan ini dibangun baru, tetapi kini ada permasalahan yang timbul dimana mereka harus membayar lapak yang akan mereka tempati dengan harga yang lumayan mahal yakni 9 sampai 10 juta perlapak. Ini yang menjadi permasalahan dan membebani mereka para pedagang, apalagi setelah dikalkulasi hasil jualan yang mereka jual tak sebanding dengan nilai sewa yang dibebankan, ” ujarnya Kawuntu.

Sementara Kepala Pasar kawangkoan Jhon Rori mengatakan dengan jumlah pedagang sebanyak 135 yang lapaknya dibongkar ini akan mendapatkan tempat yang baru dan kini sedang didata.

” Lapak yang disediakan cukup untuk para pedangang yang berjualan di Pasar Kawangkoan ini. Mereka berjumlah 135 pedagang yang terdiri dari 40 pedangang pakaian bekas yang akan menempati lapak diluar bangunan dan 60 pedagang ada di dalam bangunan dan sisanya adalah para penjual sembako, tempat mereka sudah disediakan,”ujarnya.

Dalam penertiban Pedagang pasar Kawangkoan ini SatPol PP di bantu Satuan Kepolisian Sektor Kawangkoan dengan dipimpin Kapolsek Iptu Darta Daipaha. ( Ody)

(Visited 123 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *