Diduga Arus Pendek Listrik, Dua Rumah Warga Kelurahan Rinegetan Dilahap Sijago Merah

( Foto cover : Salah satu rumah warga yang sedang mengalami musibah kebakaran) 

Sulutpos.com,Tondano – Dua Rumah warga Kelurahan Rinegetan Tondano Barat, pada Kamis ( 19/10) dinihari dilahap habis sijago merah

Rumah panggung milik keluarga Setiawan Mantik dan keluarga Rumimpunu Sumeke ini tersapuh bersih dalam musibah kebakaran yang diduga berasal dari sambungan arus pendek listrik.

Berdasarkan keterangan dari Susye Rumimpunu Sumeke (66) pemilik rumah yang tinggal sendiri, saat itu sedang tidur
dan kemudian terbangun lantaran merasa panas, dan ia melihat api sudah mulai membesar di ruangan tengah.

“Saya langsung lari keluar dan berteriak minta tolong,” ujarnya.

Tak ada barang yang bisa diselamatkannya, semuanya ludes terbakar, hanya baju di badan saja yang bisa dibawa,” jelasnya.

Kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.Sebab beberapa barang milik saksi yang terbakar televisi 5 buah, kulkas 2 buah, sofa 2 buah, meja makan, dan lemari, uang tunai 6 juta, dan beberapa barang lain.

Sementara itu, Deitje Mantik (65) pemilik rumah di sebelah juga terkejut ketika mendengar teriakan dari Oma Susye.

Sebab saat itu ia bersama anaknya Risat Setiawan dan istrinya Fitria Ununungo dan anak dua kemudian terbangun dari tidur karena mendengar tetangga ibu Susye berteriak minta tolong.

“Saat kami keluar api telah membesar di rumah depan,” ujarnya.

Mereka kemudian mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri.

Setelah berada di luar, api cepat membesar, kemudian membakar rumah ke dua termasuk barang – barang se seisi rumah habis terbakar.

Tak ada yang mereka bisa selamatkan, hanya tertinggal baju di badan saja, dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Dugaan sementara kebakaran berasal dari arus pendek listrik, lantaran menurut warga bahwa meteran listrik terbuat dari kayu.

“Kami sementara selidiki juga penyebab kebakarannya, namun sementara diketahui dari korsleting listrik,” jelas AKP Edy Kusniadi Kasat Reskrim Polres Minahasa. (Ody)

(Visited 515 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *