Chat kami sekarang

Suak : Hasilkan Pemimpin Yang Bersih, Masyarakat Harus Awasi Pemilu

(Foto cover : Pemaparan materi oleh Direktur Erectoral Management Constitution (E-MC) Sulut Johnny Suak) 

Sulutpos.com, Tombariri – Guna Menghasilkan Pemilu yang berkualitas, bebas dari kecurangan serta menghasilkan pemimpin yang bersih dalam pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 dimana Kabupaten Minahasa merupakan sala satu Kabupaten penyelenggara maka Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) melalui Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Mulai menyusun berbagai langka yang bakal diterapkan nantinya.

Disamping melakukan pembekalan bagi penyelenggara ditingkat kecamatan, langkah yang ditempuh Panwas Kabupaten Minahasa lainnya adalah mengelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan menghadirkan berbagai stakholder yang mempunyai keterikatan dengan Panitia Pengawas.

Seperti FGD yang bertajuk Pengawasan Partisipatif Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Minahasa, digelar pada Kamis (24/11) yang bertempat di Tasikria Resort berbagai pemerhati pemilu yakni Insan Pers, Pengiat Pemilu, Tepi , KIP, Pemuda Katolik Minahasa bersama membahas langkah yang bakal dilakukan dengan belajar dari pengalaman akan pemilu sebelumnya yang ternyata masih banyak memerlukan pembenahan.

Dengan menghadirkan Direktur Erectoral Management Constitution (E-MC) Sulut Johnny Suak, Semua kelemahan dalam kepemiluan dikupas secara tuntas dan jelas.

Menururut Suak, Pihak Bawaslu terus berupaya menciptakan akan pemilu yang bersih dari berbagai kecurangan, dan dari itu membutuhkan peran serta Masyarakat.

“Saat ini kita punya Tagline (slogan) yaitu ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’.itu berarti pemilu adalah milik seluruh rakyat Indonesia, Hasilkan pemimpin yang bersih, masyarakat harus awasi Pemilu, ” Ujar Suak, yang juga mantan Pimpinan Bawaslu Sulut Periode sebelumnya.

Pentingnya ada pengawasan dari masayarakat guna menghasilkan pemimpin bersih dan bermartabat menurut Suak, dikarenakan minimnya anggota Panwas baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai PPL tingkat desa.

” Pengawas Pemilu sangat terbatas, apalagi pemilih Minahasa yang mencapai kurang lebih 278 ribu pemilih, pasti mereka tidak mampu mengawasi jika tampa bantuan Masyarakat, juga kita yang terlibat, walaupun diakui ada berbagai kalangan yang dengan sengaja melanggar. Maka itu tantangan bagi kita, ” terangnya.

Dalam pemaparan materi itu juga Direktur EMC ini menjelaskan Akan permasalahan yang sering muncul saat pemilu tiba, diantaranya Daftar Pemilih yang kurang akurat, adanya interfensi dari Petahana kepada ASN danvl aparat pemerintahan, Politik uang yang dianggapnya sebagai musuh bebuyutan Panwas, dan menjadi kejahatan luar biasa.

Ketua Panwas Minahasa Donny Rumagit lewat kegiatan FGD ini mengatakan pihaknya menerima banyak masukan bahkan pun saran sebagai solusi dalam kerja-kerja pengawasan guna menghasilkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan Pemilu 2018 yang lebih baik lagi. ” Kami berharap lewat kegiatan seperti ini akan memperkaya kerja pengawasan selaku Pengawas. Sebab keterbatasan personil menjadi faktor utama kegagalan dalam mengawasi tahapan demi tahapan di wilayah kerja pengawasan yang sangat luas seperti kabupaten Minahasa ini ,” tukas Rumagit.
Diakhir FGD, pimpinan Panwas Minahasa Rendy Umboh mengatakan, pihaknya berharap agar kedepan forum seperti ini akan terus di laksanakan dalam rangkah mempertajam tugas-tugas pengawasan oleh karena keterlibatan berbagai stakeholder yang peduli pada kesuksesan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018 serta Pemilu 2019. ” Pengawasan Partisipatif merupakan salah satu instrumen penting yang diupayakan Bawaslu, Panwaskab dan Panwaslu Kecamatan. Sehingga di harapkan agenda Pemilihan dan Pemilu yang sedang berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku ,” Harapnya. ( Ody)

(Visited 179 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *