Chat kami sekarang

Mewakili Bupati, Rumagit Buka Kegiatan Pembinaan Karakter ASN

( Foto cover : Suasana Kegiatan pembinaan karakter ASN yang bertempat di Ruang sidang setdakab Minahasa) 

Sulutpos.com. Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa dengan dibuka Asisten Administrasi Sekdakab Hetty Rumagit, pada Senin (18/12) menggelar Pembinaan Karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati.

Kegiatan yang menghadirkan DR Denny Mangala MSi Sebagai Narasumber, serta Kepala Sub Bagian Kepegawaian pada bagian Umum setdakab Minahasa Meiny Wangke, SE ini diikuti
Seluruh ASN dan Tenaga Administrasi di Lingkup Sekretariat daerah Kabupaten Minahasa sebagai peserta kegiatan.

Dalam sambutan mewakili Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Asisten III ini menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN), di pandang memiliki makna penting dan strategis sebagai upaya nyata dalam rangka menggelorakan semangat kerja khususnya bagi Aparat Pemerintah.

” Lembaga pemerintah sebagai salah satu bentuk organisasi agar mampu mencapai keberhasilan, sangat bergantung pada sumber daya manusianya. Sebagai dasar meningkatkan kualitas sumber daya dan peningkatan kinerja SDM dalam menghadapi persaingan global, ” ujar Rumagit.

Menurutnya Dengan adanya UU RI No. 5 tahun 2015 tentang Aparatus Sipil Negara, diharapkan mampu memperbaiki manajemen Pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik sebab ASN tidak lagi berorientasi melayani atasannya, melainkan masyarakat.

” Dalam melaksanakan tugasnya ASN harus mampu menjalankan tanggung jawab, memiliki komitmen dalam melayani masyarakat, mempunyai etos kerja yang baik serta membentengi diri dengan cara mewarisi nilai-nilai kepahlawanan dan leluhur. Melalui gerakan Nasional Revolusi Mental sebagaimana instruksi presiden no. 12 tahun 2016. Maka saya mengajak seluruh elemen bangsa yang ada didaerah Minahasa untuk dapat menjadi pelopor dan menggelorakan Revolusi Mental, ” terangnya.

Sementara DR Denny Mangala MSi dalam pemaparan materinya mengatakan empat poit penting tentang Etika dalam birokrasi.
” Yang mesti kita pahami dalam satu birokrasi adalah ;
1. Jangan berperilaku seperti kita adalah pimpinan.
Kita bisa dekat dengan pimpinan tapi jangan berperilaku seperti pimpinan. jadilah staf yang baik, tampil apa adanya, dan bekerja dengan baik sebagai aktualisasi diri.
2. Jangan menari-nari di belakang pimpinan. Bawahan tidak berhak menilai pimpinan.
3. Jangan mencuri kemuliaan pimpinan.
-Kredit poin
-Kebutuhan aktualisasi diri.
-masalah di ruangan atau kantor jangan ekspos di Media Sosial.
Yang penting adalah topang kinerja organisasi pemerintahan.
-Naskah Dinas. (Paraf dibaca dulu baru dijalankan karena ini adalah kewibawaan pemerintah)
-Peraturan Bupati : BENTUK (surat biasa, edaran, undangan dll) pelajari dulu tata naskah dinas, CARA PENGETIKAN naskah dinas (rata kiri kanan dst). Fungsi koordinasi (bertanya kepada yang lebih tahu/paham). BAHASA (ada yang to the point, dan ada yang perlu kronologi. Intinya harus ada pembuka dan penutup.
– Naskah dinas yang dihasilkan. Sejauh mana outputnya punya kualitas.
4 perilaku untuk melayani masyarakat.
Di Era public service menurut UU No. 5 tahun 2015 tentang tugas ASN adalah melayani masyarakat. Berikan pelayanan yang prima.Layanilah masyarakat dengan baik. Karena itu merupakan citra pemerintahan, ” papar Mangala.

Menutup materi, Mangala mengajak ASN merayakan Natal sesuai kesanggupan masing-masing, tanpa pesta pora dan pembosan. ( Ody)

(Visited 38 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *