Bupati Mewoh Prihatin Akan Mulai Maraknya Perdagangan Orang

Sulutpos.com, Tondano – Bupati Minahasa Drs Royke Herkules Mewoh DEA Prihatian akan tindakan oknum yang tidak bermoral guna pemenuhan kebutuhan menghalakan segala cara terlebih dengan melakukan Perdagangan orang yang yang ternyata sudah marak terjadi belakangan ini.

“Saya berharap sosialisasi ini dapat menjadi awal untuk mencegah sejak dini exsploitasi dan perdagangan orang dengan modus dan karakteristik beragam cara yang makin beragam. Selain itu faktor pengawasan dan pemberian pemahaman dari keluarga dan masalah internal meliputi kebutuhan ekonomi, bisa menjadi salah satu pendorong terjadinya hal tersebut,” kata Bupati saat membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang dilaksanakan di ruang sidang Kantor Bupati, Senin (07/05)

Lanjut dikatakannya, dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, didalamya dijelaskan bagaimana peran pemerintah dan keluarga sebagai tembok terdepan dalam mencegah terjadinya hal ini.

“Karena itu, Pemkab Minahasa menyambut antusias dan mendukung secara proaktif pelaksanaan kegiatan ini, sebagai langka awal pembentukan jaringan anti perdagangan manusia yang terbentuk di masyarakat, dan mewakili Pemkab Minahasa mengapresiasi yang tinggi kepada ‘Terung Ne Lumimuut’ sebagai lembaga pendamping perempuan dan anak di Sulut,” pungkasnya.

Sementara hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan ini  Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny Helly Grace Mewoh Pongo dan Redya Betty Doloksaribu, Ketua panitia TPPO Pdt Susan Saerang, Peserta kegiatan subgugus Tugas (SGT), Terung Ne Lumimuut (Telu), Lembaga Pendampingan Perempuan dan anak SULUT.( Ody)

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *