Ini Alasan Tak Disalurkannya Dana Insentif Toga Kabupaten Mitra

Sulutpos.com,Ratahan – Bupati Minahasa Tenggara ( Mitra) James Sumendap SH angkat bicara soal bantuan insentif tokoh agama (Toga).

JS sapaan akrab Bupati Mitra ini menyebutkan, tidak terpenuhinya syarat administrasi menjadi alasan utama tidak disalurkan dana insentif kepada sejumlah Toga.

“Saya sudah koordinasi dengan Sekretaris Kabupaten, Badan Keuangan, dan pihak FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama, Red). Sebagaimana dari penjelasan Ketua FKUB bahwa yang tidak menerima bantuan insentif tidak memenuhi sejumlah syarat,” jelasnya.

Terkait dengan kabar adanya dikriminasi dalam penyaluran dana bantuan insentif tersebut, Bupati JS membantahnya.Menurutnya dalam FKUB terdiri dari seluruh keterwakilan. Dimana ada dua dari Pantekosta, Dua GMIM. Serta lintas gereja dan muslim.

“Jadi semua ada keterwakilan. Kemudian penyaluran bantuan tidak diberikan karena murni tak memenuhi syarat administrasi,” tegasnya

Adapun kriterian dalam penyaluran dana tersebut harus memenuhi setiap persyaratan berupa surat keterangan Kumtua bahwa yang bersangkutan benar melayani di desa setempat. Kemudian harus ada gereja, serta rekom dari Departemen agama.

“Meski memang benar teman-teman pendeta ada disitu (tempat pelayanan, red).
Bahkan saya sendiri sangat menyesali jika ada pendeta yang tidak mendapat insentif ini. Tapi sekarang harus memenuhi persyaratan,” tambahnya.

Tak cuma itu, JS turut menyayangkan profesonalisme dari sejumlah wartawan yang memberitakan masalah bantuan insentif ini. Dimana dia menilai berita yang dimuat tidak seimbang.

“Harus profesional dalam menyampaikan berita. Kenapa saat dimuat tidak ditanyakan ke pihak kami. Kan bisa ke saya ataupun anak buah saya untuk penjelasan penyaluran bantuan ini. Kenapa langsung asal tabrak begitu saja,” ungkapnya.

Terkait permasalahan itu, JS mempertanyakan jika misalnya sekarang tidak memenuhi syarat dan dicairkan siapa yang bakal bertanggung jawab. Karena semua Rekom insentif ini dari FKUB bukan pemerintah daerah.

“Sedangkan saya sendiri sudah menawarkan untuk dibijaksanai. Tapi FKUB sendiri tidak mau bertanggun jawab,” tuturnya.

Sementara, Ketua FKUB Kabupaten Mitra Pdt Hermanus Paat membenarkan jika ada toga yang tidak merimanya bantuan insentif ini karena memang tak memenuhi syarat administrasi. “Misalnya syarat berupa harus ada gedung gereja. Kemudian ada yang belum lengkapi persyaratan. Bahkan kami sendiri sudah sering sampaikan supaya berkas segera dilengkapi. Namun hingga batas berikan mereka tidak masukan,” kata Hermanus.

Paat pun menyebutkan tidak ada diskriminasi terkait penyaluran bantuan ini. Karena bukan cuma salah satu golongan yang tidak dapat bantuan ini. Namun siapa yang tak memenuhi syarat tentu tidak diberikan. “Tidak benar kalau ada diskriminasi salah satu golongan agama. Karena juga pendeta GMIM yg tidak dapat bantuan insentif agama ini. Namun intinya dalam penyaluran ini yang tidak memenuhi syarat tentu tidak diberikan. Serta tidak ada intervensi dari pihak manapun,” ujarnya.

Adapun mekanisme dijelaskan Paat, untuk usulan bantuan insentif ini awalnya dimasukan Kecamatan. Kemudian pihak Kecamatan masukan ke bagian kesra. “Dari situ Kesra melakukan verifikasi berkas. Kemudian hasil verifikasi di tampal di kantor kecamatan,” tandasnya.( Ody)

(Visited 173 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *